Pemuda, Saatnya Bagi Bibit untuk Petani

71 / 100

Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 memiliki makna agar para pemuda gigih dalam membela nasib rakyat. Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Syauqy Ridho saat melakukan Aksi tanam Pohon Cegah Erosi . Berbagi bibit kepada petani adalah langkah terbaik karena akan berdampak positif pada lingkungan, menghasilkan gizi, dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani miskin.

“Yang marjinal tidak diurus negara itu banyak sekali. Di Bandung Utara misalnya, kami melihat banyak petani tidak mendapatkan keadilan dari pemerintah. Bahkan setelah dana desa masuk. Anak-anak desa Cimenyan tertinggal pendidikannya. Sanitasi petani banyak yang buruk. Dan pertanian mereka juga tidak mendapatkan bantuan bibit,” kata Syauqy di sela kegiatan aksi tanam, di Merak Dampit Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Rabu, 20 Oktober 2020.

Aksi Sumpah Pemuda 1Menurut Syauqy, Sumpah Pemuda adalah tonggak lahirnya nasionalisme. Kalau dahulu para pemuda memimpikan kedaulatan tanah-air, saat ini kita sudah memilikinya. Karena itu kepemilikan kita terhadap bangsa harus diisi dengan tindakan yang nyata guna mengubah keadaan yang buruk.

“Kalau mau bicara kemajuan mesti melihat keterbelakangan. Petani  banyak yang terbelakang. Mereka butuh bibit, kita jawab dengan solidaritas donasi menyebarkan bibit. Mereka butuh sanitasi yang baik, kita galang donasi untuk membangun sanitasi. Dan anak-anak petani yang tidak bisa sekolah itu kita layani dengan pendampingan literasi,” jelas Syauqy.

Aksi berbagi bibit ini menurut Syauqy bukan saja menyelamatkan lingkungan Kawasan Bandung Utara dari erosi, melainkan juga berdampak baik bagi sumber pangan petani karena dengan beberapa tanaman buah tersebut petani akan mendapatkan gizi. Bahkan sudah teruji di beberapa desa, para petani meningkat penghasilannya karena panen buah yang didapatkannya.

Berdonasi Bibit Tanaman

aksi sumpah pemuda 13Pada aksi peringatan Sumpah Pemuda kali ini, Syauqy dkk di Odesa Institut ingin mengajak kaum muda di Kota Bandung agar peduli lingkungan, terutama di Kawasan Bandung Utara yang dilanda krisis meluas. Puluhan ribu hektar lahan banyak yang kosong dari tanaman, sementara petani sangat menyukai bibit buah seperti sukun, durian, nangka, sirsak hingga kelor.

“Kami aksi berbagi bibit untuk mencegah erosi. Ini mumpung masih awal musim hujan. Banjir lumpur di Kota Bandung salahsatunya disebabkan oleh erosi di lahan-lahan pertanian dan lahan publik di Kecamatan Cimenyan,” kata Syauqy.

Yayasan Odesa Indonesia yang aktif melakukan pendampingan petani di Cimenyan pada musim hujan sejak Oktober 2020 hingga April 2021 mendatang akan melakukan aksi pembagian bibit.  Jutaan bibit tanaman buah seperti durian, jeruk, sirsak, sukun, nangka, kelor, manggis, matoa, dan lain sebagainya diterima oleh para petani guna mengisi lahan-lahan pertanian yang masih kosong dari tanaman tegakan.

Bagi Anda yang tertarik berdonasi untuk pembagian bibit ini bisa menjalin kemitraan dengan Odesa Institut (sayap Organisasi Kepemudaan Odesa Indonesia). Hubungi Syauqy. 081546804675

DONASI BIBIT CEGAH EROSI BANDUNG UTARA

Aksi Berbagi Bibit Kelor Untuk Petani Bandung

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*