Parijotho, Eksotika dan Manfaatnya

Oleh AGUNG PRIHADI. Pegiat Odesa-Indonesia. Alumni ITB




Saat saya ziarah ke Gunung Muria melihat banyak pedagang berjualan buah dan tanaman Parijotho. Luas beredar cerita, katanya buah ini dapat meningkatkan kesuburan bagi pasangan yang sulit untuk mendapatkan keturunan. Jika pada saat kehamilan sang Ibu mengkonsumsi buah ini, kelak anak yang lahir jika laki-laki akan lahir bayi tampan dan jika perempuan akan lahir bayi yang cantik.

Saat istri sedang hamil saya teringat akan buah ini, iseng-iseng cari di Bandung. Tapi susah minta ampun. Sampai pada akhirnya istri sudah melahirkan anak kami yang Alhamdulillah ganteng seperti ayahnya walaupun belum kesampaian makan buah Parijotho, hehehe. Dan saya pun melupakan buah tersebut.

Beberapa waktu yang lalu saya aktif gabung dengan temen-temen Odesa Indonesia dalam kegiatan pembibitan tanaman kopi, tanaman buah, dan tanaman obat. Saya tanya tanaman Parijotho, ternyata yang punya rumah tidak tahu. Setelah saya googling nama itu dan menunjukkan gambarnya, langsung bilang, “Itu di luar ada tanamannya. Dua pot bagus-bagus.” Tanaman ini didapat dari Penjual Bunga Ibu Siti Komariah di kawasan Lapas Sukamiskin.



Kenali Parijotho

Tanaman ini sekalipun lebih dipandang sebagai tanaman obat, tetapi eksotika pohon dan buahnya yang menawan menjadi perburuan pecinta tanaman hias. Dan perlulah kita kenali lebih dalam tentang tanaman parijotho ini. Hasil penyaringan informasi ilmiah dari berbagai sumber, tanaman ini mempunyai nama latin Medinilla Speciosa termasuk tanaman semak dengan ketinggian sekitar 40-100 sentimeter.

Tanaman ini pertama kali di temukan oleh J. de Medinilla yaitu Gubernur Mariana Island, kepulauan yang terletak Samudra Pasifik. Di Indonesia tanaman ini banyak di jumpai di Pulau Jawa dan Kalimantan. Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di perlukan habitat dengan ketinggian 800-2300 meter diatas permukaan laut.

Dari berbagai macam sumber tanaman Parijotho mempunyai kandungan kardenolin, saponin, flavonoid pada buahnya dan tanin pada daun. Adapun manfaat dari Kardenolin adalah sebagai penurun kolesterol, Saponin dapat menurunkan resiko kanker, dan Flavonoid adalah untuk anti kanker,anti-infertilitas, antiviral, antidiabetes, antidepresant, diuretic, dll, serta tanin mempunyai manfaat sebagai astrigensia, anti bakteri, antioksidan, penawar racun. Dengan berbagai macam kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh berikut beberapa khasiat dari parijotho:




Obat sariawan :
buah parijoto segar sebanyak 5 gram, dicuci, ditumbuk halus dan larutkan dalam 100 ml air matang kemudian gunakan untuk berkumur-kumur, sedangkan sisanya diminum.

Obat diare :
daun parijoto segar sebanyak 20 gram, dicuci direbus. dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Obat kolesterol:
langsung memakan buahnya yang sudah matang.

Penyubur kandungan:
langsung memakan buahnya yang sudah matang.[Odesa)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*