Kelor untuk Hewan Piaraan Kita

Kesehatan tubuh sangat bergantung dengan asupan gizi. Kelor bukan hanya menyehatkan tubuh manusia, melainkan juga hewan

Saya menguji Kelor (moringa oleifera) pada kelinci sakit dan itu sangat baik. Berlangsung berulang kali dalam masa lebih 3 bulan. Bahkan dalam keadaan kelinci yang sakit parah, kelor menolongnya. Demikian juga pada kucing yang sedang mengalami pesakitan. Kelor membantu pemulihan tubuh sehingga kucing kembali bugar.




Demikian juga dengan ayam-ayam peliharaan saya. Karena kebutuhan ayam pada karbohidrat, protein dan mineral cukup banyak, maka kehadiran kelor dibutuhkan oleh ayam. Bahkan di Nigeria, kelor menjadi pakan unggas yang utama karena meningkatkan produktivitas dan efisiensi pakan.

Pada ayam-ayam saya yang sakit kemudian cepat sembuh setelah mengonsumsi kelor itu artinya kelor memberikan gizi yang baik untuk menyelesaikan masalah yang bermula dari perut.

Pengetahuan sederhana saya tentang kandungan gizi hanya bisa menyimpulkan, bahwa dalam keadaan sakit tubuh akan mengalami persoalan pada kekebalan. Bisa menyangkut bakteri pada usus, tulang menyangkut kalsium, peradangan, aliran darah, mungkin juga vertigo. Hampir semua pokok persoalan diakibatkan oleh makanan.

Seandainya itu karena masalah perubahan cuaca, toh pada akhirnya penyebab mengapa perubahan cuaca mengakibatkan sakit disebabkan gizi kurang baik sehingga ketahanan tubuh mudah susut. Pada hewan seperti kucing, kelinci, anjing yang banyak mengambil makanan komersil, apalagi memilih pakan murah dengan kualitas rendahan penyakit bisa kapan saja menyerang hewan milik kita. Karena gizi rendah biasanya dalam setiap bulan akan terjadi persoalan pada hewan piaraan kita.

Cara sederhana kita dalam usaha menjaga kesehatan hewan tentu dengan gizi makanan, dan kelor merupakan pilihan saya pada setiap beberapa hari sekali. Kelinci bisa memakan kelor diberikan secara langsung. Sedikit mereka memakan itu sudah cukup, maka kelor sangat baik untuk campuran.

Pada hewan seperti ayam, kucing atau anjing kelor bisa diberikan dengan dibuatkan cairan. Khusus untuk ayam terkadang saya memberikan dalam bentuk daun dengan melemparkan ke kandang ayam dan mereka akan memakannya.

Kelor adalah makanan bergizi karena itu sebaiknya menjadi makanan rutin manusia dan hewan. Inilah cara terbaik memandang kelor dan tidak mendudukannya sebagai obat semata. Lebih baik sebelum sakit datang, kita perlu memberikan makanan bergizi tinggi ini kepada hewan piaraan kita.




Telah banyak penelitian tentang konsumsi kelor pada hewan piaraan dan itu menggembirakan karena hewan piaraan kita menjadi lebih sehat, seperti halnya manusia yang mengonsumsi kelor.

Sebagai makanan sehat, kelor saya berikan tanpa dosis khusus. Aturan pemberian pakannya rutin dalam 3-4 kali setiap pekan. -Faiz Manshur/odesa.id

1 Trackback / Pingback

  1. Manfaat Kelor yang Menakjubkan sebagai Pakan Ternak – ODESA INDONESIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*