Kawasan Pinggiran Bandung Butuh Tanggungjawab-Sosial

BANDUNG. Tanggungjawab sosial perusahaan dan kampus harus lebih digiatkan. Pasalnya banyak persoalan di masyarakat. Sebagai contoh di pinggiran kota Bandung atau kawasan Bandung Raya terdapat banyak fakta kemiskinan, infrastruktur yang buruk dan kehidupan warga yang tidak sepantasnya masih ada di sebuah negara modern sekarang ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ir.Didik Harjogi, M.Eng, Ketua Divisi Amal Sosial Organisasi Odesa-Indonesia sesuai pelaksanaan Bakti Sosial peresmian sarana Mandi Cuci dan Kakus di Kampung Cadas Gantung, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Minggu, 5 Maret 2017.




“Terdapat persoalan sosial di kawasan Bandung Utara yang meliputi Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cileunyi di Kabupaten Bandung dan desa-desa pelosok di Kabupaten Bandung Barat. Ada kehidupan yang tak seharusnya terjadi di zaman sekarang ini, yaitu keterbelakangan akses. Peran negara harus tetap prioritas, namun akan lebih baik jika ada gerakan yang lebih massif dari perusahaan dan kampus untuk mengambil kewajiban tanggungjawab sosial,” kata Dosen Politeknik Negeri Bandung, alumni Elektro ITB angkatan 1986 ini kepada odesa.id

Menurut Didik, perusahaan-perusahaan di sekitar Bandung Raya dan juga perusahaan dari Jakarta bisa mengambil lahan garapan kegiatan untuk mengatasi problematika ekonomi, sosial dan pendidikan di kawasan Cimenyan, Cilengkrang dan desa-desa di Kabupaten Bandung Barat. Di Cimenyan saja misalnya, menurut Didik, banyak kehidupan warga miskin atau pra-sejahtera sulit mendapatkan layanan kesehatan, sulit sekolah, dan sulit mengembangkan ekonomi yang kompetitif.

“Sekalipun dana desa mulai bergerak, tetapi itu tidak cukup. Dana desa banyak fokus ke infrastruktur dan alokasi dana tentu lebih terserap pada pembiayaan kerja aparat desa. Tapi bagaimana dengan warganya terkait dengan urusan kesehatan? Punya KIS tapi tidak mengerti gunanya. Kalaupun biaya ke rumah sakit gratis, biaya keluarganya selama beberapa hari saja berat. Ada sekolah gratis sampai SMP tetapi orangtuanya tidak sanggup membiayai transportasi harian karena mahal,” jelasnya.

Dari masalah-masalah tersebut menurut Didik, perusahaan atau kampus bisa mengambil peran sosial, terutama pada masalah pendidikan seperti layanan kesehatan gratis, bimbingan belajar, bakti sosial, kuliah kerja nyata (KKN), penelitian, pendampingan ekonomi, penyuluhan pertanian yang inovatif dan lain sebagainya.

Melalui organisasi Odesa-Indonesia, Didik mengajak para pengusaha dan juga kalangan kampus di Kota Bandung untuk menamcapkan kegiatan sosial-kemanusiaan di desa-desa pelosok. Tidak terlalu repot karena jaraknya dekat. Dan yang dekat-dekat kota tapi tidak berdaya inilah yang harus menjadi prioritas. “Sebab kalau yang dekat saja tidak mampu kita mengatasinya, bagaimana dengan lokasi yang jauh?”-[Sadur Sentosa]

1 Trackback / Pingback

  1. Ingin Aktif Kegiatan Sosial dan Penelitian, Cimenyan Tempatnya – ODESA INDONESIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*