Di Mata Orang Kota, Kerja Petani itu Luar Biasa

Menjadi petani dan menjalankan kegiatan pertanian adalah hal yang biasa bagi masyarakat desa. Saking terbiasanya, predikat maupun kegigihan kerja para petani dianggap biasa. Namun menurut Budhiana Kartawijaya, apa yang dilakukan para petani adalah sesuatu yang luar biasa.

“Bagi ibu-ibu dan bapak-bapak yang sehari-hari di ladang, menanam, menyiram atau memanen itu hal yang biasa dikerjakan. Seolah-olah tidak berharga. Tetapi percayalah, saudara-saudara kita yang bukan petani, terutama yang tinggal di kota-kota menghargai apa yang Anda sekalian lakukan,” kata Budhiana Kartawijaya di hadapan 40 petani di Acara Buka Puasa Bersama petani yang diadakan Yayasan Odesa Indonesia, Jumat, 23 April 2021.

Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia berpendapat demikian bukan karena ingin menyenangkan petani, melainkan karena mengatakan fakta yang sebenarnya bahwa kegiatan pertanian seperti Tani Pekarangan dan menanam tanaman obat yang dilakukan ratusan petani bersama Yayasan Odesa Indonesia itu benar-benar mampu menciptakan sesuatu yang berharga. Budhiana mencotohkan, sebelumnya, di kawasan Bandung Raya tidak ada usaha pertanian kelor pada para petani tradisional. Kalaupun ada yang menanam kelor biasanya para herbalis atau penghobi. Tetapi sejak Yayasan Odesa Indonesia menggerakkan petani menanam kelor sekarang Kecamatan Cimenyan memiliki puluhan ribu pohon kelor.

“Juga tani pekarangan yang dilakukan. Memberikan kesaksian bahwa usaha ekonominya merupakan tindakan yang baik karena membuktikan munculnya mental hidup yang tangguh di kalangan warga. Dengan memiliki kegiatan tani pekarangan kita semua punya pekerjaan baru, punya penghasilan tambahan, dan hasil sayurannya yang segar-segar juga memberi manfaat gizi yang lebih baik,” terang Budhiana.

Pada pertemuan itu Budhiana juga menjelaskan banyak hal tentang pentingnya kegiatan budidaya tanaman kelor, hanjeli, sorgum dan jenis tanaman herbal lain, termasuk tanaman buah-buahan. Menurut Budhiana, Kawasan Bandung Utara yang dilanda dua krisis, yaitu krisis lingkungan dan krisis ekonomi membutuhkan tindakan kebersamaan.

“Kita harus terus belajar bersama untuk mencari celah dalam peningkatan ekonomi. Tani pekarangan yang sekarang dilaksanakan 200 petani akan kita perluas. Demikian juga 800 petani penanam buah juga akan lebih diperbanyak lagi. Kemudian pada 22 pembibit tanaman herbal akan terus diberikan bantuan tambahan untuk memajukan usahanya,”kata Budhiana.

Pada pertemuan Buka Puasa Bersama hari jumat tersebut Yayasan Odesa Indonesia mengundang 40 warga Kampung Arcamanik Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Pada pekan selanjutnya akan diadakan 5 pertemuan kelompok petani lain.

“Situasi masih pandemi. Jadi kita kontrol pertemuan. Tidak seperti dua tahun lalu yang setiap mengumpulkan warga bisa mencapai 100 orang. Tapi sosialisasi gerakan tetap kita jalankan dengan sistem mendatangi para petani secara langsung,” jelas Budhiana.

Usai pertemuan tersebut, Yayasan Odesa Indonesia membagikan bantuan 200 bibit kelor dan 50 bibit Bidara sebagai  tambahan bagi Warga Arcamanik.  Odesa.id

Tinggalkan Balasan