Desa, Berkubun

Berkebun Jadi Solusi untuk Mengatasi Stres

Stres adalah gangguan mental akibat tekanan yang bisa terjadi pada siapapun, termasuk generasi muda. WHO mengatakan bahwa anak muda saat ini lebih rentan mengalami stres daripada generasi sebelumnya. Jika hal ini terjadi kepadamu, apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasi stres?

Manfaat pepaya untuk keehatan
Berkebun tidak hanya bisa mengatasi stres melainkan bisa menimbulkan kebahagiaan.

Selain mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, kamu bisa melakukan berbagai kegiatan positif untuk mengurangi stres, salah satunya adalah berkebun. Ya, berkebun! Memang terdengar sepele, tapi terbukti ampuh. Berkebun dapat membuat badan menjadi rileks dan terhindar dari stres.

Penyebab Stres Generasi Muda dan Cara Mengatasi Stres

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Fakultas Kesehatan di Universitas Indonesia tahun 2021, remaja Indonesia berusia 16-24 tahun rentan mengalami gangguan kecemasan. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, antara lain:

  1. Kemajuan teknologi dan media sosial yang semakin canggih.
  2. Tuntutan dan tekanan yang tinggi di bidang pendidikan.
  3. Menghadapi ketidakpastian masa depan.
  4. Merasa insecure dengan pencapaian teman.
  5. Masalah keuangan.
  6. Masalah keluarga.
  7. Dan masih banyak lagi.

Sebelum stres bertambah parah dan berujung munculnya masalah kesehatan lainnya, sebaiknya kamu segera mencari cara untuk mengatasinya. Ada berbagai langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres, antara lain:

  1. Mengungkapkan keluh kesah kepada orang terdekat atau psikolog.
  2. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
  3. Rutin berolahraga.
  4. Konsumsi makanan bergizi.
  5. Melakukan aktivitas positif yang menyenangkan, seperti berkebun.

Baca juga: https://odesa.id/hilangkan-stress-dengan-berkebun/

4 Alasan Mengapa Berkebun Bisa Mengatasi Stres

Seringkali, berkebun dianggap sebagai aktivitas yang membosankan dan ketinggalan zaman. Padahal, kegiatan ini memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk kesehatan mental. Bahkan studi dari University of Florida mengatakan bahwa berkebun bermanfaat untuk menurunkan stres, kecemasan, dan depresi.

Nah, berikut beberapa alasan mengapa berkebun dapat mengatasi stress:

1. Menyatu dengan Alam dan Keindahan

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun 2015, menunjukkan bahwa dekat dengan alam dapat mengurangi depresi. Maka, tak perlu diragukan lagi bahwa kegiatan berkebun sangat bermanfaat untuk mengatasi stres.

Selain itu, ketika tubuh menyatu dengan alam dan tangan memegang tanah, maka akan meningkatkan hormon serotonin atau hormon yang bisa memberikan rasa bahagia. Sehingga membuat perasaan lebih tenang dan meminimalisir stres.

2. Bertemu Teman Baru

Saat berkebun, jangan kaget kalau kamu akan menemukan teman baru. Teman yang satu ini memang tidak bisa diajak berkomunikasi dua arah, tetapi bisa membuat kamu merasa bahagia. Teman-teman yang akan kamu temui saat berkebun adalah burung, serangga, kupu-kupu dan lain-lain.

3. Terkena Sinar Matahari

Kalau kita berkebun, otomatis tubuh akan terkena sinar matahari. Nah, ternyata paparan sinar matahari dapat meningkatkan mood seseorang, lho. Jika mood baik, maka kamu akan merasa lebih bahagia dan dapat terhindar dari stres. Dengan berkebun, pikiran juga akan terasa lebih tenang, karena fokus pada kegiatan menanam.

4. Melakukan Gerakan Fisik

Saat berkebun, tentunya kamu akan melakukan berbagai gerakan fisik, seperti menggali tanah, menanam, menyiram tanaman, memanen, dan lain-lain. Nah, gerakan fisik inilah yang akan membuat tubuh melepaskan hormon endorfin atau hormon yang dapat meredakan rasa khawatir, cemas, dan tertekan.

Itulah mengapa, kami mengajak para generasi muda untuk mengikuti program-program Odesa yang berhubungan dengan pertanian dan perkebunan.

Sejak tahun 2016, Odesa sudah melaksanakan program pemberdayaan desa dengan menanam tanaman buah-buahan. Kami membagikan ratusan ribu bibit tanaman, seperti mangga, alpukat, sirsak, durian, mangga, dan lain-lain.

Baca juga:https://odesa.id/sekolah-tani-odesa-model-baru-meningkatkan-mutu-generasi/

Sebenarnya, tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki gizi keluarga pra sejahtera, meningkatkan perekonomian masyarakat desa, dan mengurangi dampak pemanasan global. Namun ternyata, kegiatan berkebun juga memberikan dampak positif lainnya, yaitu dapat mengatasi stres.

Bahkan pada tahun 2021, Odesa Cabang Garut membuat sebuah program bernama Gerakan Pemuda Bertani. Program ini tercetus karena melihat banyaknya pemuda yang menganggur saat pandemi. Padahal, para pemuda punya waktu dan energi yang besar, maka harus berperan dalam produksi ekonomi, salah satunya di bidang pertanian.

Program ini juga bertujuan untuk mengubah mindset bahwa pekerjaan bertani itu bukan pekerjaan yang rendah. Pertanian dan perkebunan tetap bisa berdaya, apalagi jika didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. (Afi Nur Hanaindy)

Video Tentang Kebun Botani Odesa

Sekolah Botani Yayasan Odesa Indonesia untuk Anak-anak Petani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja