Seruan Odesa Indonesia: Peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia 20 Pebruari

Pada peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia (World Day of Social Justice) 20 Pebruari 2021, Yayasan Odesa Indonesia menyampaikan pesan kepada pemerintah Republik Indonesia agar mengingat visi politik kepancasilaan pada sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Ketua Odesa Indonesia, Faiz Manshur, pemerintah Republik Indonesia, termasuk para kepala daerah dan juga politisi agar memperhatikan persoalan ketimpangan sosial yang kian memprihatinkan.

“Sejauh ini pemerintah hanya memimpikan pertumbuhan ekonomi. Harapan-harapan dicetuskan dengan optimisme yang belum tentu terpenuhi. Kalaupun terpenuhi juga tidak otomatis pertumbuhan itu dinikmati warga lapisan bawah,” kata Faiz melalui siaran pers-nya, Jumat 19 Pebruari 2021.

Selain masalah ekonomi, ketidakadilan sosial di Indonesia masih tergolong tinggi karena aktor-aktor politik belum serius menggunakan kesempatan berdemokrasi untuk tujuan perbaikan hidup masyarakat lapisan bawah. Akibatnya, kesenjangan sosial masih kuat bercokol. Terlebih di masa Pandemi Covid-19 saat ini, kesenjangan sosial itu setidaknya bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan gini ratio yang pada bulan Maret 2020 angkanya 0,381 meningkat menjadi 0,385 pada September 2020.

Faiz Manshur menilai, memang benar kenaikan rasio gini tersebut disebabkan oleh maraknya kemiskinan akibat Pandemi Covid-19, namun di luar hal tersebut juga disebabkan oleh program pemerintah di level daerah yang tidak mengena pada sasaran keluarga miskin.

“Harus ada usaha lebih serius untuk menolong keluarga miskin, terutama di perdesaan. Anggaran-anggaran harus dikawal lebih serius. Setiap program bukan sekadar dilepas tanpa kontrol. Dan pendataan keluarga miskin harus dipercepat karena selama ini banyak alokasi anggaran untuk orang miskin baik bantuan sosial maupun program tidak tepat sasaran,” papar Faiz.

Peran Sosial Kelas Menengah

Faiz menambahkan, Peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia 20 Pebruari 2021 ini juga penting diperhatikan oleh kalangan kelas menengah berpendidikan dan berkempuan ekonomi lebih. Bentuk perhatian yang paling baik adalah aktualisasi kegiatan sosial dengan filantropi dengan strategi gerakan sosial, bukan sekadar melempar bantuan. Sebab, menurut Faiz, banyak orang miskin yang membutuhkan panduan perbaikan hidup terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Warga kelas menengah mesti juga mengambil peran karena kekuatan negara-bangsa juga tergantung pada kelas menengahnya. Kalau kelas menengah asosial, negara bisa mengalami krisis sosial. Karena itu filantropi harus diperkuat. Pendampingan kegiatan ekonomi orang miskin, pemberian beasiswa anak miskin dan juga membangun sanitasi sangat penting untuk mewujudkan keadilan sosial,” jelas Faiz.[]

Tinggalkan Balasan