Perihal Kemiskinan dan Strategi Mengatasinya

Kemiskinan paling tinggi di perdesaan, dan di hampir semua negara. Perhatian terhadap kemiskinan di perdesaan dari negara atau peneliti, termasuk LSM selalu rendah.

Kelemahan kita dalam membicarakan kemiskinan karena sering menyederhanakan masalah dengan ungkapan-ungkapan klise yang tidak akan mendorong tindakan seperti “negara tidak ambil bagian”, “anggota DPR-nya tidak memikirkan”, “kemiskinan disebabkan karena pendidikan yang rendah”, dan seterusnya.

Setiap kemiskinan adalah fakta ketidakadilan sosial. Adapun penyebabnya bisa bermacam-macam. Mengetahui dengan terjun ke lapangan adalah kata kunci untuk mengetahui sumber sahih mengapa seseorang, satu keluarga atau satu RT mengalami kemiskinan.




Untuk solusi terhadap kemiskinan ada beragam langkah, tergantung targetnya. Jika targetnya adalah value, asal berbuat baik, maka tindakannya adalah derma/charity. Jika targetnya adalah menyelesaikan satu sisi penyebab, bisa juga dengan memberikan bantuan infrastruktur/sarana tertentu, atau bantuan program seperti beasiswa, atau modal usaha. Jika ingin memutus rantai kemisinan kolektif, langkahnya bisa memakai strategi partisipasi berlanjut ke mobilisasi dengan melibatkan sukarelawan secara kolektif.

Mengetahui penyebab kemiskinan itu penting, namun yang terpenting adalah kesediaan melakukan langkah-langkah kreatif untuk mengatasi seseorang atau kolektif warga dengan cara tertentu yang kita ciptakan.

Semua yang terkait dengan kemiskinan adalah masalah keterbelakangan atau lebih tepatnya kesenjangan, dan negara bilang, akibat belum terciptanya keadilan sosial.

Mengurusi orang miskin itu bisa mudah bisa gampang, tergantung usaha kita. Mau dibuat gampang bisa, dibuat susah bisa. Mau diabaikan juga bisa, dan kebiasaan kita adalah mengabaikan.

Orang mampu/kaya sering menjadikan orang miskin sebagai sarana membuang kebaikan; dengan sekadar “melempar koin bantuan” karena mereka sebenarnya bukan hendak memperbaiki keadaan buruk orang miskin tetapi lebih pada keinginan “dirinya berbuat baik dan bahkan kalau bisa dikenal kebaikannya oleh masyarakat luas” dengan bantuan yang telah dikeluarkan.

Menggubah prinsip dari dari “saya berbuat baik,” menjadi “saya akan memperbaiki” keadaan adalah langkah yang penting. Ini artinya kita harus mengubah tindakan dari target value (target nilai perbuatan) ke arah goal (target akhir penyelesaian). –[Faiz Manshur]

Kemiskinan dan Langkah Mengatasinya

1 Trackback / Pingback

  1. Kemiskinan Budaya: Dikasih Hati Meminta Jantung – ODESA INDONESIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*