Perubahan Iklim dan Keadaan Petani

Memajukan Petani dengan Mengubah Pola Pikir

Mengubah pola pikir petani menuju kemajuan. – Pada dasarnya, mengubah kebiasaan hidup itu memang sulit. Bukan hanya bagi petani, tetapi hampir di semua sektor kehidupan. Bahkan, diri kita sendiri saat ingin melakukan perubahan yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari juga sering mengalami kesulitan.

Faiz Manshur, ketua Odesa Indonesia punya cerita tentang persoalan kebiasaan hidup di kalangan petani. Dari siaran Youtube.

Kebiasaan Petani dengan Pola Pikirnya

pemberdayaan masyarakat desa odesa 2
Mengubah Pola Pikir Petani Bersama Odesa.

Kalau di kalangan petani memang cukup sulit membuat sebuah perubahan karena ada banyak ikatan lama yang sifatnya turun-temurun. Misalnya saja dalam hal mengatur jadwal harian dan mengoptimalkan waktu senggang. Petani punya banyak waktu yang luang untuk berproduksi, tetapi seringkali dibiarkan untuk sekadar duduk-duduk.

Hal yang diamati oleh Faiz Manshur dalam keseharian petani adalah, kebanyakan petani kalau sudah selesai melakukan pekerjaannya di ladang maka akan lebih memilih di rumah, menonton tv, atau menikmati kegiatan lainnya yang tidak bernilai ekonomis. Sebagian kecil saja yang punya inisiatif mengurus hasil pertanian, tapi kalau memang tidak ada kegiatan, para petani akan memutuskan untuk bersantai.

literasi mengubah pola pikir petani
Literasi mengubah pola pikir petani

Untuk mengatasi hal itu maka perlu ada edukasi untuk pengelolaan hasil panen atau pekerjaan ringan yang bisa dikerjakan di rumah. Apalagi bagi para petani yang sudah tua tentu tidak ada lagi cukup tenaga untuk melakukan pekerjaan berat setelah pulang dari ladang..

Salah satu program Odesa Indonesia yang berhasil mengubah kebiasaan para petani adalah mengembangkan tani pekarangan. Sehingga sepulang dari ladang, para petani punya kesibukan yang lebih produktif mengurus tanamannya di rumah. Selain itu para petani juga mendapatkan materi ilmu dari bacaan yang dikirim oleh Yayasan Odesa Indonesia.

Simak video: Mengubah Kebiaasan Buruk Menjadi Lebih Baik

Mengubah Pola Pikir Petani

Secara makro, hal penting dalam kehidupan para petani yang perlu diubah adalah pola pikir. Menurut Faiz Manshur, pola pikir sangat menentukan perubahan hidup manusia. Faiz mengambil contoh banyak petani yang memandang alam sekitarnya kurang bernilai secara ekonomi padahal bisa dijadikan sumber ekonomi.

Lahan petak di sekitar rumah petani juga bisa menjadi aset ekonomi yang bagus oleh petani dibiarkan terlantar. Hal ini disebabkan pola pikir bahwa kegiatan petani hanyalah bisa dijalankan jika memiliki lahan luas. Padahal belum tentu mereka bisa mengelolanya dengan baik apalagi kita tahum semakin luas lahan semakin membutuhkan modal besar.

Faiz Manshur dengan teman-teman di Odesa sering memberikan arah pemikiran baru kepada petani agar menanfaatkan lahan kecil dengan program percontohan seperti mengelola usaha pembibitan dan pertanian pekarangan. Dengan kata lain Faiz Manshur  mengajak petani yang biasanya berpikir pola makro atau abstrask ke arah berpikir mikro atau konkret.

  1. Contoh pola pikir petani yang perlu diubah menurut Faiz Manshur adalah usaha pupuk. Banyak petani yang mengeluarkan modal besar karena belanja pupuk, karena itu penting agar petani tetap memilihara ternak. Dengan adanya ternak, pupuknya bisa bagus apalagi jika disertai dengan limbah dapur.
  2. Contoh lain juga dilakukan oleh Odesa Indonesia dalam memberikan edukasi pentingnya menanam tanaman buah di area tanaman sayuran/hortikultura. Kebiasaan petani memanam di lahan yang curam hanya dengan menanam sayuran adalah langkah yang bisa berusak lahan. Penting ada pohon yang besar dan Odesa memberikan bibit tersebut kepada petani supaya lahan pertaniannya tidak mengalami erosi. Dengan pendekatan seperti ini sekarangan banyak petani meningkat ekonominya karena menanam buah di sekitar tanaman sayurannya.
  3. Poin berikutnya yang harus diubah dari petani adalah efisiensi waktu. Tentu saja karena banyak yang masih suka membuang-buang waktu. Semestinya para petani di rumah juga melakukan pekerjaan yang produktif.
  4. Dalam kehidupan para petani perlu adanya kombinasi antara otot dan otak.  Jika sepanjang waktu siang kerja petani menguras otak di ladang, maka sebaiknya pada soreharinya melanjutkan pekerjaan yang sifatnya ringan tetapi berbasis pikiran, yaitu membuat kerajinan, mengelola hasil panen, dan kegiatan lain yang punya nilai ekonomis.
  5. Banyaknya petani menganggur di sore hari membuat kehidupannya susah berkembang sehingga perlu di sini para petani menguasai skill wirausaha yang sifatnya bisa dilakukan dari rumah.
  6. Kebiasaan buruk tentang sanitasi juga perlu diubah. Selain sanitasi yang kumuh harus dibersihkan, juga harus efekif dalam mendapatkan air bersih. Biasanya masyarakat akan mengambil air di tempat yang cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Tentu saja ada banyak waktu dan tenaga terbuang. Solusinya adalah bergotong royong untuk bisa punya sumber air baru yang mampu memenuhi kebutuhan sanitasi masyarakat secara efektif. Jadi waktu untuk mencari air bisa digunakan melakukan kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat.
  7. Waktu luang yang petani punya setelah pulang dari ladang harus diisi dengan kegiatan produktif. Termasuk  membiasakan diri membaca buku, berkarya, atau belajar hal lain yang bisa mengembangkan kemampuan para petani. Untuk membangun kebiasaan tersebut, Odesa Indonesia menyediakan buku untuk jadi sumber belajar para petani. Sehingga akhirnya pengetahuan dan kemampuan mereka tentunya akan semakin berkembang.

Simak video: Kisah Odesa dengan Pemberdayaan Pola Pikir Petani

Mengubah Pola Pikir dengan Literasi

Menurut Ketua Odesa Indonesia, Faiz Manshur, kalau ingin mengembangkan mutu hidup petani, langkah yang diambil bukan sekadar urusan pertanian, tetapi juga urusan sosial, termasuk ilmu pengetahuan. Literasi harus dikembangkan secara dinamis.

Ketika sudah terbiasa untuk belajar, bergaul dengan orang yang juga menyukai buku disertai dengan praktik, maka akan semakin banyak peningkatan dan kemajuan pada diri petani.

Inilah yang dilakukan Yayasan Odesa Indonesia untuk bisa mengubah perilaku dan pola pikir para petani menjadi semakin baik. Membangun bersama kebiasaan yang lebih produktif sehingga menghilangkan kebiasaan buruk dalam kehidupan para petani sebelumnya.[Arinda Eka Putri]

Artikel terkait:

Bagaimana Mengubah Pola Pikir Petani? Asep Tekun Bercerita

Mengubah Pola Pikir bertani Buah-Buahan

Admin: Fadhil Azzam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja