Manfaat Buah Ara/Tin untuk Kesehatan

Buah Ara (buah tin) memiliki kandungan gizi yang baik. Sangat cocok ditanam di Indonesia. Odesa Indonesia mengembangkannya sebagai salahsatu tanaman pangan yang penting untuk masyarakat. Kita perlu mengenalnya dengan membaca materi dari situs Goodfood yang diterjemahkan oleh Yuliani Liputo ini.

SUMBER serat yang hebat dan penuh vitamin dan mineral, buah ara kering dan segar memiliki sejarah panjang dan terkenal. Dikenal sebagai bahan yang sehat dan serbaguna, buah ara bisa menambahkan rasa manis untuk semua jenis hidangan …

Mengenal buah ara

Buah ara/buah tin adalah buah dari pohon ficus, yang merupakan bagian dari keluarga murbei (Moraceae). Buah ara memiliki rasa unik dan manis, tekstur lembut dan kenyal, berisi biji yang sedikit renyah dan dapat dimakan. Buah ara segar halus dan mudah rusak, sehingga sering dikeringkan untuk diawetkan. Ini menghasilkan buah kering yang manis dan bergizi yang bisa dinikmati sepanjang tahun. Ada beberapa jenis ara, yang sangat bervariasi dalam warna dan tekstur. Ciri unik buah ara adalah bagian atasnya yang seperti kuncup kecil, disebut ostiole, yang membantu buah berkembang. Rasa manis alaminya menjadikan buah ara sering digunakan sebagai pemanis pada masa-masa sebelum adanya gula olahan,.




Salah satu jenis pohon tertua di dunia, pohon ara dapat ditelusuri kembali ke dokumen sejarah paling awal dan sering disebut di dalam Alkitab. Ara berasal dari Timur Tengah dan Mediterania. Buah ini sangat dihargai di kalangan orang Yunani sehingga mereka pernah membuat peraturan yang melarang ekspor buah ara.

Kandungan nutrisi

Ara memiliki kadar yang tinggi gula alami, mineral dan serat larut. Buah ara kaya akan mineral, termasuk potasium, kalsium, magnesium, besi dan tembaga dan merupakan sumber vitamin antioksidan A, E dan K yang baik untuk kesehatan.

Satu porsi 100g buah ara kering mengandung sekitar: 249 kalori 3.3g protein 0.9g lemak 69g karbohidrat 5.6g serat

Satu porsi 100g buah ara segar mengandung sekitar: 80 kalori 1.3g protein 0.3g lemak 20.3g karbohidrat 2.2g serat

Riset

Ara/Tin sering direkomendasikan untuk menyehatkan dan memperbaiki usus dan bertindak sebagai pencahar alami karena kandungan seratnya yang tinggi. Sering kali kita mengkonsumsi terlalu banyak sodium (garam) dalam makanan olahan. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan kekurangan potassium dan ketidakseimbangan antara dua mineral ini menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi). Diet yang kaya buah dan sayuran–termasuk buah ara segar, secara alami meningkatkan kalium dan karena itu dianjurkan untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Karena mengandung banyak serat alami, buah ara/tin bisa menjadi makanan yang berguna untuk dimakan mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Makanan berserat tinggi memberikan perasaan kenyang dan bisa mengurangi rasa lapar dan ngidam. Ara juga mengandung prebiotik, yang mendukung bakteri baik yang sudah ada sebelumnya di dalam usus, meningkatkan kesehatan pencernaan.

Buah ara merupakan sumber kalsium yang baik, mineral yang dibutuhkan dalam kepadatan tulang. Kandungan potassiumnya yang tinggi dapat melawan ekskresi kalsium dalam urin yang disebabkan oleh diet garam tinggi. Hal ini pada gilirannya membantu menjaga kalsium dalam tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.

Cara memilih & menyimpan

Musim buah ara segar adalah antara musim panas dan musim gugur, tergantung pada varietas. Buah ara mudah rusak dan lembut, dan biasanya paling baik dikonsumsi dalam satu sampai dua hari setelah pembelian. Saat memilih buah ara, pilih yang empuk, warnanya kuat, dan tidak ada bekas memar. Buah ara matang memiliki aroma harum. Saat dibawa pulang, buah ara matang sebaiknya tidak dicuci sampai siap untuk dimakan. Buah ara harus disimpan di lemari es selama kurang lebih dua hari. Jika buah ara belum matang, simpan di suhu kamar agar matang.

Buah ara kering akan bertahan lebih lama. Saat membeli buah ara kering, pastikan bahwa buah bebas dari jamur dan tidak lunak. Buah ara kering bisa disimpan di tempat yang sejuk dan gelap atau di lemari es.

Buah ara bisa dikonsumsi dengan dikupas atau tidak dikupas, tergantung ketebalan kulit maupun kesukaan pribadi. Karena bagian dalam buah ara matang agak empuk dan lengket, mungkin agak sulit untuk dipotong.

Keamanan

Buah ara mengandung kadar oksalat yang tinggi. Mengonsumsi buah ara dalam jumlah berlebihan cenderung memiliki efek pencahar dan karenanya harus dinikmati secukupnya. -Sumber bbcfoodgood Penerjemah Yuliani Liputo.



Komentar

  1. Artikel yang menarik dan bermanfaat. Salah satu dosen dari Universitas Airlangga, Indonesia telah melakukan penelitian tentang manfaat ekstrak buah ara yang ternyata berpotensi sebagi anti-HIV. Untuk artikel lebih lengkapnya akan saya bagikan link artikel di bawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
    http://news.unair.ac.id/2020/04/09/potensi-ekstrak-pohon-ara-sebagai-anti-hiv/
    Sekian dan Terima Kasih

  2. Dalam dunia medis buah ini telah diteliti dapat digunakan sebagai anti-HIV, untuk info lengkapnya bisa dilihat. http://news.unair.ac.id/2020/04/09/potensi-ekstrak-pohon-ara-sebagai-anti-hiv/

Tinggalkan Balasan