Jragan Terobos Kebuntuan Pertanian dengan Bunga

jragan2Wajah pertanian lereng gunung di Kabupaten Temanggung sedang murung, karena gagal panen tembakau akibat cuaca ekstrem kemarau basah. Kini petani mulai kembali mengolah tanah dan sawah menjemput musim basah dengan harapan membawa berkah. Semangat dan optimisme itu terlihat dari wajah puluhan ibu dan pemuda desa saat mengikuti pelatihan budidaya bunga dan tanaman hias di Desa Jragan, Kecamatan Tembarak, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Kades Nur Kholis (39), kegiatan tersebut bertujuan membekali warga dengan ketrampilan yang belum pernah dilakukan agar petani Jragan memiliki banyak pilihan komoditas selain tembakau, cabe, jagung manis, dan kacang tanah. Pilihan komoditas yang beragam diharapkan bisa memperkuat ekonomi pertanian warga.




“Sebagian besar lahan pertanian di sini berupa ladang kering tanpa irigasi teknis. Kami berupaya menyiasati kondisi tersebut dengan inovasi pertanian modern yang menghasilkan produk bernilai tinggi dan ada kepastian pasar,” kata Kades yang baru menjabat dua tahun.

Upaya Desa Jragan memiliki produk unggulan baru tampaknya menemukan titik terang. Kebun bunga krisan yang dirintis sejak Maret-April lalu sudah beberapa kali panen dengan kualitas bagus dan langsung terserap pasar di Bandungan, Ambarawa.

“Kami serius mengembangkan pertanian bunga dan tanaman hias sebagai produk unggulan Desa Jragan, lengkap dengan kios bunga di desa. Suatu saat nanti, semoga siapa pun yang datang ke sini akan pulang membawa kesan keindahan yang berbunga-bunga,” tutur Pak Kades dengan ekspresi ceria.

Bersamaan dengan pelatihan pertanian, juga dimulai Sekolah Literasi Desa Jragan yang diprakarsai oleh Andy Yoes Nugroho (Pelita Desa) dan Hanifa NJ (Relawan Desa). Melalui kegiatan literasi, Nur Khozin berharap akan muncul banyak kader desa yang berwawasan luas, cakap menulis, dan mampu menyampaikan gagasan untuk kemajuan desa.[]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*