Hidup Sehat Menjadi Hak Semua Warga, Termasuk Warga Miskin

Hidup Sehat Belum Mewujud di Bandung

Hidup Sehat menjadi hak setiap warga negara. Sayangnya sampai saat ini pemerintah sering mengabaikan kebutuhan hidup sehat, terutama air bersih dan sarana sanitasi. Apa yang terjadi di Pamoyanan, jarak 5 Km dari Jalan Nasional A.H Nasution Kota Bandung sangat memprihatinkan.

Hidup Sehat belum Terbukti di Bandung
Hidup Sehat belum Terbukti di Bandung

 

Siang itu rintik hujan turun di Kampung Pamoyanan. Tapi Rani (35) tidak pedu li. Di bawah kerimbunan pepohonan di sebelah bawah rumahnya, dia terus mencuci perabotan dapur. Kaos merah yang dipakainya mulai basah. Suaminya baru pulang dari ladang, menggarap sebagian lahan milik keluarga pengusaha bus di Kota Bandung.

“Ini tanggung, mumpung airnya mengalir. Nanti susah lagi, kalau sudah tidak mengalir,” kata ibu dua anak tersebut, ketika disapa relawan Yayasan Odesa Indonesia yang kukurusukan di Pamoyanan, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (2/2/2022).  Tangannya lincah membasuh piring, gelas, sendok dan panik,

Warga Mekarmanik Cimenyan Belum Hidup Sehat
Warga Mekarmanik Cimenyan Belum Hidup Sehat

Airnya berasal dari sebuah seke (mata air) yang tidak terlalu jauh dari kampung bersangkutan. Sejumlah keluarga mengalirkannya menggunakan selang seukuran jempol orang dewasa. Meskipun airnya tidak pernah kering, tapi debitnya tidaklah besar. Karena itu warga menggunakannya secara bergiliran, supaya semua mendapatkan bagian.

Keluarga Rani dan beberapa rumahtangga lainnya, memakai fasilitas mandi cuci kakus (MCK) bersama. Mereka masih terikat hubungan keluarga. Terdapat dua toilet bersebelahan di tempat itu. Satu di antaranya untuk kegiatan mandi berukuruan 1,5 meter x 1,5 meter, yang lainnya untuk buang air besar (BAB) berukuran lebih kecil.

Pada toilet untuk mandi, ada drum plastik warna biru setinggi satu meter, sebagai tempat penampung air. Biasanya, orang-orang mencopot dulu sambungan selang menuju drum tersebut, agar airnya bisa dipakai kegiatan mencuci seperti yang dilakukan Rani. Sedangkan di toilet untuk BAB, sekitar kloset jongkok puntung rokok berserakan. Dua ember plastik butut teronggok.

Tapi jangan bayangkan dua toilet komunal itu layaknya WC yang serba tertutup. Ini adalah toilet yang menganut “asas keterbukaan”. Dindingnya hanya sekitar 1 meter, memakai spanduk bekas reklame makanan ringan kesukaan anak-anak dan bahan bekas lainnya. Tidak berpintu, tanpa atap. Tidak ada septic tank. Genangan air kotor tampak di sekitarnya. Ada saluran pembuangan yang langsung masuk selokan dari toilet tempat BAB.

“Ah kita sudah biasa mandi dan sebagainya begini. Tidak malu. Habis mau bagaimana lagi. Paling-paling yang sengaja melihat mah ayam sama kambing,” kata seorang warga tergelak, sambil menunjuk ke arah kandang kambing dan ayam di belakang sebuah rumah, yang hanya beberapa meter jaraknya dari fasilitas MCK tersebut.

Ada belasan orang yang selama ini memanfaatkan sarana itu bertahun-tahun. Tentu saja mereka mendambakan toilet yang layak. Namun kondisi ekonomi tidak memungkinkan untuk membangun kamar mandi permanen dan sehat. Selain itu, kebutuhan air bersih juga belum terpenuhi secara semestinya.

Ironisnya, sarana sanitasi buruk ini masih banyak ditemui di tiga kecamatan Kawasan Bandung Utara, yaitu Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang dan Cileunyi Kabupaten Bandung. Bahkan lokasi MCK buruk yang berada di pamoyanan tersebut jaraknya hanya 5 kilometer dari Jalan Nasional AH. Nasution, Sindanglaya Kota Bandung.

Meskipun kehidupan ekonomi mereka kurang beruntung, namun tetap saja berhak untuk hidup secara sehat. Masih begitu banyak rumahtangga dengan kondisi seperti ini di Cimenyan. Dibutuhkan uluran tangan para dermawan untuk ikut memperbaiki keadaan, agar kualitas kesehatan  mereka meningkat. Tidak terjangkit berbagai penyakit yang diakibatkan sanitasi yang buruk. (Enton Supriyatna Sind/Odesa)***

Bagi yang ingin berdonasi untuk pembangunan banyak MCK bisa menyalurkan melalui Saluran Bantuan Sanitasi 

AIR BERSIH UNTUK SEMUA

Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ketika makhluk hidup kekurangan sumber air niscaya akan susah untuk survive. Demikian juga dengan derajat kesehatan. Banyak rumah-tangga pra-sejahtera yang waktu kerjanya tidak efektif karena 2-3 jam harus mencari air.

Ketika air hadir ke tempat dekat, mereka bisa lebih efektif bekerja. Dengan adanya air bersih dan toilet yang layak, derajat kesehatan mereka lebih terjadi. Anak-anak terbebas dari bahaya bakteri Escherichia coli (E. coli). Sampai awal tahun 2021 ini Odesa Indonesia telah berhasil membangun 30 sarana MCK dari target 140 lokasi keluarga pra-sejahtera di Kawasan Bandung Utara yang membutuhkan perbaikan sanitasi.

 Pilihan Donasi Mengatasi Kemiskinan

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja