Sisingaan dan Indigenous Media

budhiana kartawijaya odesaOleh: BUDHIANA KARTAWIJAYA

Mengunjungi rumah mang Dadan di Cikawari, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Rumah di pelosok dusun, berjarak 9 Kilometer dari Lapas Sukamiskin Kota Bandung ini merupakan salah satu benteng kultural yang makin tersingkir. Ini adalah Sisingaan bersayap. Digunakan untuk perayaan anak-anak desa yang dikhitan. Anak naik di punggung Singa kemudian diusung empat orang dewasa, dan menari mengikuti langgam lagu. Maknanya agar anak bisa mengikuti langgam kehidupan. Agar dia sekuat Singa dan bisa terbang ke dunia manapun dia mau.

Kesenian kampung adalah media asli (indigenous media). Digunakan untuk menurun-temurunkan pesan-pesan bijak leluhur (indigenous information/wisdom). Semakin kuat indigenous media dan indigenous wisdom, semakin tinggi tingkat kebahagiaan warga desa. Kesenian kolosal yang terorganisasikan dengan baik adalah indikasi berjalannya gotong royong dan kebersamaan warga. Kampungnya terorganisasi baik dalam sektor dasar: pangan, papan, sanitasi, pengairan.

Di luar arus modernisasi dan kapitalisme perlahan menyelundup. Pesan-pesan dari luar (exogenous information) masuk melalui sarana kesejahteraan dasar, yaitu listrik. Dari listrik televisi menyusul, menjadi teman keseharian kehidupan orang desa. Ada informasi bagus, seperti keluarga berencana, pertanian dan lain-lain. Ada yang tidak bagus seperti masuknya produk-produk luar. Warga berkerumun untuk berkesenian, tapi minumnya kopi instan atau soda. Cemilannya junkfood.

Ini namanya indigenous media tapi berisi exogenous information. Penaklukan globalisasi makin sempurna karena kesenian lokal tidak menjadi bagian dari gelombang informasi. Exogenous yang menang. Isinya: exogenous information! Tentang selebriti, tentang hiruk pikuk politik.

Exogenous media menaklukkan indigenous media. Exogenous information menenggelamkan indigenous information. Local wisdom hilang. Orientasi masyarakat tecerai berai karena tak ada lagi media/medium asli tempat berkumpul berbagi cerita tradisi. Anak-anak tak mengenal lagi wisdom para leluhur.

Kesenian lokal adalah medium untuk konsolidasi kehidupan sosial, memelihara keguyuban. Kalau hidup tidak teroganisasi, maka lama-lama alam rusak, pohon hilang, air kering. Seperti Singa mang Dadan, kehidupan guyub desa pun surut. Desa padat penduduk, tapi mereka terasingkan oleh ilusi kota yang masuk ke desa melalui media.-Budhiana Kartawijaya.



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*