Mengapa Kita Selalu Tertarik pada Tanaman?
Mari melihat sekitar sejenak. Sadarkah bahwa terdapat manusia, baik tinggal di kota besar maupun desa, yang ternyata banyak memiliki hubungan spesial dengan tanaman. Ada yang merawat tanaman hias, mencari ketenangan di taman kota, hingga memandangi pepohonan untuk refreshing. Ini dapat disebut fenomena yang menjadi bagian dari sifat alami manusia dan bukan sekadar tren. Penjelasannya bisa ditemukan dalam biophilia hypothesis, sebuah konsep yang dibahas mendalam oleh Eleonora Gullone dalam tulisannya The Biophilia Hypothesis and Life in the 21st Century. Artikel ini akan banyak membahas mengenai riset dalam karya tersebut di paragraf selanjutnya.
Kenalan dengan Biophilia
‘![]()
Kalau kata E.O. Wilson, biophilia bisa disebut sebagai kecenderungan manusia untuk menyukai kehidupan dan proses natural. Manusia dilihat sebagai makhluk yang sudah dari dulu memiliki keterikatan mendalam dengan alam, termasuk tanaman. Sudah lama manusia hidup sebagai pemburu dan pengumpul di lingkungan alam terbuka. Pada masa itu, wajar saja perlu adanya kunci bertahan hidup extra dengan cara memiliki skill memahami bentuk pohon, membaca arah angin, atau mengenali tanda-tanda vegetasi. Akibatnya, otak kita berevolusi untuk:
- Tertarik pada lanskap hijau,
- Merasa aman saat melihat pepohonan dan air,
- Lebih cepat pulih saat berada di
Sekarang, sudah tahu, kan? Inilah akar mengapa semua manusia cenderung menyukai tanaman.
Baca juga: Taat Beragama Taat Menanam Pohon
Lebih dari Sekadar Tanaman
Gullone meringkas banyak riset psikologi lingkungan modern yang memaparkan bahwa tanaman memiliki efek restoratif terhadap manusia. Beberapa temuan menarik adalah seperti:
1. Meningkatkan kemampuan fokus
Alam memberikan bentuk perhatian lembut (soft fascination) yang memulihkan energi mental. Menariknya, kemampuan otak untuk fokus dan memproses informasi meningkat setelah berada di ruang hijau.
2. Mempercepat pemulihan stres
Melihat pepohonan, rumput, atau air dapat:
- Menurunkan tekanan darah,
- Menurunkan hormon stres,
- Mengurangi ketegangan
Bahkan hanya melihat foto lanskap alam memiliki efek positif yang terukur pada fisiologi tubuh.
3. Mempercepat pemulihan pasien rumah sakit
Salah satu penelitian yang disorot Gullone menunjukkan pasien yang melihat pohon dari jendela membutuhkan lebih sedikit obat penghilang nyeri dan pulih lebih cepat dibanding pasien yang melihat dinding bata. Ini membuktikan bahwa tanaman tidak hanya apik, tetapi mereka juga bekerja meningkatkan kesejahteraan kita secara ilmiah.
Kenapa Tanaman Itu Spesial?

Ada beberapa alasan evolusioner mengapa manusia secara instingtif tertarik pada tanaman.
1. Tanaman adalah tanda sumber kehidupan
Air, buah, makanan, dan tempat berlindung. Sadarkah itu semuanya berkaitan dengan vegetasi? Inilah sebabnya manusia modern lebih menyukai:
- Pepohonan berpohon rendah (mudah dipanjat),
- Padang rumput terbuka (mudah memantau bahaya),
- Pemandangan air (menandakan sumber daya).
2. Tanaman memberi rasa aman
Warna dan lanskap hijau sering diasosiasikan dengan tempat yang nyaman, aman, dan tidak mengancam secara bawah sadar. Justru tempat, seperti lingkungan tandus atau kering justru direkam otak sebagai area berisiko dalam sejarah evolusi.
3. Tanaman membantu manusia “mengatur emosi”
Dalam proses evolusi, manusia mengembangkan respons positif terhadap lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup. Respons itu masih ada dan berlangsung hingga sekarang, meski kita hidup di kota modern.
Baca juga: Inovasi Memajukan Desa dengan Menanam Buah
Ketika Manusia Jauh dari Alam
![]()
Gullone juga menyoroti bahwa manusia modern semakin memiliki hubungan yang renggang dengan alam karena industrialisasi. Ironisnya, semakin kita terputus dari tanaman, semakin tinggi juga risiko, seperti stres kronis, depresi, kelelahan mental, dan depresi.
Jadi, masih menganggap biophilia hanya sekadar preferensi saja? Setelah memahami biophilia, jelas bahwa kecenderungan manusia untuk menyukai tanaman bukanlah sebuah kebetulan belaka. Ia tertanam dalam diri kita berdasarkan ribuan generasi evolusi. Tanaman membantu nenek moyang kita dapat bertahan hidup. Hal yang dapat dirasakan sekarang adalah tanaman membantu kita tetap waras, tenang, dan mampu berfungsi di tengah kehidupan dinamis dan serba cepat. Lagi-lagi, mencintai tanaman bukan tren modern, tetapi suatu keharusan biologis. Jika ingin hidup lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih seimbang mendekatlah kembali pada alam, kepada tanaman.