Ilmu Desain untuk Orang Desa

Basuki Suhardiman (Kanan) saat memberikan masukan-masukan terkait dengan perencanaan pembangunan di masjid Nurul Imaan Pondok Buah Batu Cimenyan Kab.Bandung.
Basuki Suhardiman (Kanan) saat memberikan masukan-masukan terkait dengan perencanaan pembangunan di masjid Nurul Imaan Pondok Buah Batu Cimenyan Kab.Bandung.

MENGGAMBAR adalah sesuatu yang penting diajarkan sebagai bagian kemajuan bagi para petani desa. Dengan menggambar (desain) itulah nanti hitungan kebutuhan bangunan akan bisa dianalisis. Dari analisa itu nanti kita bisa memperhitungkan rencana anggaran yang tepat, memperoleh fokus alokasi anggaran untuk memenuhi tahapan yang paling pokok dan sekunder dari semua elemen bangunan.




“Selain untuk penetapan anggaran, fungsi desain kita bisa menetapkan proses pekerjaan sampai hal-hal yang menyangkut urutan skala prioritas kerja, perbandingan, keseimbangan, skala, penetapan fokus, estetika dan seterusnya,” kata Basuki Suhardiman, Relawan Odesa-Indonesia saat memberikan masukan-masukan perencanaan lanjutan pembangunan Masjid Nurul Iman Kampung Pondok Buah Batu, Mekarmanik, Cimenyan Kabupaten Bandung, 5 Desember 2016.

Basuki Suhardiman melalui Odesa-Indonesia selama ini bergiat membangun masjid Nurul Iman tersebut sebagai sarana pendampingan kegiatan-kegiatan pertanian dan juga kegiatan pendidikan informal bagi warga. Pada setiap kesempatan pembangunan apapun, Basuki selalu menekankan pentingnya kemampuan mendesain atau merancang program bagi warga.

“Semua program harus terarah. Untuk mendapatkan petunjuk arah yang tepat, kemampuan desain atau program apapun harus disetting. Misalnya untuk desain kandang sapi, gudang dan green house juga harus digambar, demikian juga rancangan program kegiatan harus memili skema yang jelas,” katanya.




Menurut Basuki, masyarakat di perdesaan membutuhkan ilmu pelatihan menggambar bangunan dan ilmu setting program kegiatan. Masih banyak aktivitas yang perencanannya lebih pada inisiatif dan perhitungannya berdasarkan raba-raba pengalaman personal. Menurutnya hal itu harus dievaluasi dan ditingkatkan ke arah kemampuan yang matang dalam urusan desain dan perencanaan.

“Karena kebutuhan itu, kami dari Odesa-Indonesia selalu membawa pendamping untuk mendorong petani desa menjadi arsitek bagi diri sendiri itu penting. Dan ilmu arsitektur itu misalnya, bisa diterapkan setahap demi setahap melalui praktik bersama,” terangnya.-Mudris.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan