Corona Berlangsung Lama, Saatnya Kita Menanam

Apa jadinya jika krisis ekonomi dampak Corona (Covid-19) ini berlangsung lama?

Di seluruh penjuru dunia, hampir semua sektor ekonomi mengalami penurunan. Pengangguran merajalela. Dampak sosial pun nyata di depan mata. Salahsatu harapan terbuka justru pada sektor pertanian. Tentu bukan karena bidang pertanian menjanjikan laba finansial, melainkan lebih pada laba pangan yang bisa menghindari orang dari kesulitan membeli makanan.

Dengan mengutamakan prinsip “Tanam lalu Makan”, itu artinya kita telah mempersiapkan untuk hidup lebih aman. Aman dari kekurangan makanan, aman dari kelaparan, dan yang paling realistis adalah aman dari pemborosan belanja.

WhatsApp Image 2020 04 25 at 13.37.46 1
Panen Kelor Melimpah. Selain dijual, sebagian besar didermakan untuk memasok gizi warga Cimenyan di “musim” Corona.

Mari berderma untuk Berbagi Pangan kepada Fakir Miskin

Yayasan Odesa Indonesia dengan Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci), di Bandung menggerakkan pertanian secara realistis untuk mengatasi problem keluarga pra-sejahtera. Pertanian yang kami lakukan berangkat dari usaha mencukupi kebutuhan gizi orang-orang miskin. Kami secara konkret membangun tradisi usaha pangan berbasis keluarga. Hal tersebut ditegakkan oleh usaha tani pekarang, tani ladang kecil intensif. Jenis-jenis tanaman panganpun dipilih. Tujuannya adalah menghasilkan gizi prima dan memperbaiki lingkungan.

Kegiatan menanam menanam kelor, sorgum, hanjeli, bunga telang, pepaya, sayuran chaya dan beberapa jenis tanaman pangan lain membuat petani merasakan perubahan secara langsung. Bibit-bibit tanaman distabilkan supaya petani bisa berkelanjutan mendapatkan akses bibit guna mengembangkan tanaman.

IMG 0054 Yayan Hadian (23 tahun) Ketua Grup Pertanian Taoci saat ini terus mengurus puluhan petani dengan kemandirian benih dan mengatur siklus tanaman pangan secara rutin. Bahkan saat ini terdapat ribuan petani yang sudah menanam kelor di pekarangan maupun ladang sebagai tujuan penghasil gizi keluarga.

“Benih sorgum, benih hanjeli, benih kelor, benih bunga telang dan beberapa bibit tanaman lain terus kita rawat karena ini merupakan modal kita bergiat menggerakkan para petani,” kata Yayan Hadian.

rup Pertanian TAOCI terus berperan memodali para petani kecil di pinggir Kota Bandung dengan benih atau bibit tanaman. Sebagian benih dan bibit juga sering dijual pihak luar. Ada benih sorgum, benih hanjeli, benih (biji kelor), benih bunga telang dan lain sebagainya.

GRUP PERTANIAN TAOCI MENYEDIAKAN BENIH-BENIH TANAMAN PANGAN SEHAT BERGIZI TINGGI REKOMENDASI FOOD AND AGRICULTURE ORGANISASI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSABenih Tanaman Kebaikan untuk Gizi dan Ekologi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*