Bunga Alamanda, Eksotika dan Manfaatnya

Alamanda (Allamanda cathartica). Diberi nama demikian karena penghormatan terhadap penemu genus ahli botani Swiss Frederik Allamand (1735-1776). Bibitnya dibeli Rp 60.000 dari Ahli Tanaman, Yanti Komariah, Toko Sweet Flowers, Arcamanik Kota Bandung Juni 2017. Ditanam oleh Aep Sapari, (September 2017) di Cikadut Cimenyan Kabupaten Bandung Alamanda cepat tumbuh tanpa halangan berarti. Pada penggunaan pupuk kandang tradisional kondisinya lebih cepat berkembang.

Pada usia 8 Bulan ditanam dari ukuran 60 cm meninggi menjadi 120 cm dan akan berkembang hingga lebih dua meter pada usia 2-3 tahun mendatang. Tanaman berasal dari Brasil ini bisa berkembang pesat dengan bunga seperti terompet warna kuning tajam dengan tekstur yang halus menggoda tangan kita menyentuh dan memotretnya. Sebagian ditanam ditanah liat bekas sawah pun tidak menjadi halangan bagi Alamanda untuk berkembang.




Sangat menarik banyak orang lebih karena hasil bunganya. Tetapi sesungguhnya ia memiliki banyak manfaat herbal dan juga untuk lingkungan rumah. Paling tidak dengan menanam Alamanda di pekarangan atau sesekali dimasukkan di dalam rumah ia akan berguna untuk perbaikan udara.

Manfaat Alamanda paling kuat sebagai antibacterial dan antibiotic. Bisa juga untuk menetralisir radikal bebas bahkan dalam kondisi tanpa penggunaan. Artinya ketika ditanam Alamanda sudah secara otomatis memiliki manfaat pada penetralisiran udara dari radikal bebas. Dengan kata lain sangat penting untuk mengatasi masalah kanker.

Getah dari batangnya bisa untuk pencegahan kuman, kanker atau bakteri. Bunganya bisa untuk mencegah komplikasi dari malaria, pembengkakan hati, sembelit/pencernaan dan juga untuk mengatasi penyakit kuning.

Pada daunnya, Alamanda bisa untuk pengobatan kulit dari serangan kuman dan bakteri seperti bisul, abses, kudis dll. –Ani-odesa dari berbagai sumber.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan