Desa Memandang Kota

Melihat Indonesia dari desa adalah melihat absurditas. Membaca Indonesia di tengah-tengah kota menjelang pergolakan adalah membaca keedanan. Merenungkan Indonesia yang riuh rendah hanya karena seorang Ahok, membuat kita terseret dalam kepanikan. Maka lebih baik jauhilah membaca media (yang mewartakan persoalan itu); dan perbanyaklah bercinta dalam kesunyian. Ini lebih menyehatkan dan lebih menyegarkan. Setidaknya inilah resep untuk tetap menjaga kewarasan.-AE Priyono. Peneliti. Inisiator Gerakan Civic-Islam.