Problem Buruh Tani Cimenyan dibahas di Fakultas Ilmu Budaya UI

Pertengahan Pebruari lalu kami dihubungi oleh Pak Zeffry Alkatiri, seorang pengajar, peneliti dan penulis dari Universitas Indonesia. Melalui rekan pengurus Yayasan Odesa Indonesia, Hawe Setiawan, beliau menyatakan tertarik mengetahui kegiatan Odesa Indonesia di Bandung. Mula-mula urusannya dengan Pak Zeff adalah soal sosial kemasyarakatan.

Kemudian ada kebutuhan menjaringkan hubungan dengan kegiatan di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia. Karena sedang ada program penelitian yang dikejar tenggat, secepatnya kami dari Odesa Indonesia diberi kesempatan mempresentasikan kegiatan yang dilakukan Odesa Indonesia. Rabu, 7 Maret 2018 kami pun ke Universitas Indonesia untuk bertemu dengan mahasiswa yang sedang didorong agar mengambil peluang kegiatan penelitian. Saya dan Pak Budhiana Kartawijaya (Ketua Pembina Odesa Indonesia) menyampaikan persoalan-persoalan di Cimenyan, tempat kami berkiprah.




Di hadapan 32 peserta yang terdiri dari Mahasiswa S1, S2 dan S3 itu, Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya FIB, Dr. Ali Akbar M.Hum, menyampaikan tujuan pelaksanaan forum. Menurutnya, sejauh ini para peneliti di FIB UI dalam melakukan penelitian kebanyakan masih sebatas berkutat pada pada kampus. Katanya, ada memang penelitian di luar kampus, tapi jumlahnya sedikit.

“Kaum akademik, ilmuwan, peneliti itu perlu keluar berkolaborasi dengan pihak lain, misalnya dengan LSM atau pemerintah yang intinya untuk memecahkan persoalan di masyarakat, bukan hanya memecahkan masalah di seputar kampus. Pak Zeffry memberi masukan soal Odesa Indonesia. Dan saya cek Odesa, ada kegiatannya di Bandung. Kita ingin mendapat paparan, nanti kita coba untuk masuk ke kegiatan penelitian ini,” katanya.

Pada kesempatan itu saya menyampaikan paparan umum tentang lokasi kegiatan dan jenis-jenis kegiatan. Saya sampaikan peta Kawasan Bandung Utara, khususnya Cimenyan dengan kondisi demografi kaum buruh-tani secara umum dan terkait dengan tiga bidang garapan Odesa Indonesia, yaitu Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan. Adapun Pak Budhiana yang lebih panjang menyampaikan persoalan-persoalan terkait keadaan kehidupan manusia (masyarakat) pinggiran Kota Bandung yang berada di bawah Kabupaten Bandung tersebut.

Masalah kemiskinan, pra-sejahtera, keterbelakangan hidup dan lain sebagainya adalah masalah umum di masyarakat. Namun bagaimanapun juga Cimenyan memiliki aspeks lain yang sangat penting dikemukakan sebagai cara kita melihat secara khusus. Dengan kemampuan kita melihat secara khusus itulah kita berharap bisa memecahkan persoalan. Sebab Yayasan Odesa Indonesia didirikan spirit utamanya adalah mencoba melakukan terobosan-terobosan dalam mengurai persoalan kemiskinan akibat kesenjangan sosial.

Pak Budhiana menyampaikan, pentingnya mahasiswa, peneliti dan kelompok LSM lain ke Cimenyan karena di Cimenyan terdapat hal-hal yang bisa menjadi cermin umum keadaan negara-bangsa.

“Ada keadaan yang harus diselesaikan dengan penciptaan strategi khusus. Misalnya karena kita melihat problem kekurangan gizi, maka kita munculkan tanaman kelor (Moringa Oleifera) sebagai bagian penting solusi. Kelor ditanam bukan semata meningkatkan pendapatan ekonomi, melainkan juga untuk sumber pangan lokal. Karena itu edukasi tentang pentingnya makan kelor dan jenis-jenis tanaman lain yang memiliki kualitas gizi baik kita gerakkan,” katanya.

fib ui odesa

Pada kesempatan itu banyak mahasiswa yang berlatar belakang sastra dan tertarik kegiatan literasi. Sesuai misi dasar Odesa Indonesia yang meletakkan literasi sebagai bagian kegiatan mendasar, tentu kebutuhan edukasi melalui literasi di masyarakat perdesaan sangat diperlukan. Bahkan saya sampaikan,inti pokok dari usaha Odesa Indonesia untuk mengubah keadaan petani senjata utamanya adalah literasi. Tentu saja literasi bukan sekadar menyediakan rak dan buku atau membentuk perpustakaan, melainkan menyediakan arena kegiatan keilmuan pada sektor Pendidikan Luar Sekolah. Sebab, kalau kita hanya mampu menambah penghasilan ekonomi petani bisa jadi tidak memperbaiki keadaan dalam jangka panjang –terutama terkait dengan usaha memotong matarantai kemiskinan di kalangan keluarga petani. Literasi menurutkami adalah bagian dari pilar peradaban, bersama tiga bidang lain, yakni pangan, ternak dan teknologi.

Forum yang baik. Odesa Indonesia bukan sekadar organisasi sosial yang jauh dari kajian pemikiran. Semangat kegiatan kami adalah menciptakan inovasi dalam transformasi sosial kemasyarakatan. Karena itu hubungan dan kerjasama dengan kampus, perusahaan dan lembaga keuangan merupakan langkah yang baik.[Faiz Manshur]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*