Menanam Sayuran Alternatif Bernama Microgreen

microgreen-harti-odesa

Ada pepatah bilang: “Banyak jalan menuju Roma”. Sementara Grup Tanaman Obat Cimenyan (TAOCI) mengatakan, “Banyak jalan untuk menanam”. Saat ini banyak yang mengeluhkan tidak punya lahan untuk menanam. Grup pertanian binaan Yayasan Odesa Indonesia tersebut mempunyai solusi. Hal itu diwujudkan dengan kegiatan bertajuk “Menanam Microgreen Sebagai Sayuran Alternatif”.

Kegiatan ini merupakan ajakan TAOCI kepada masyarakat agar bisa menanam dan memanen pangan bergizi sendiri. Agenda tersebut diikuti oleh seluruh anggota TAOCI dan para fasilitator Sekolah Samin pada 2-15 Juli 2020. Benih yang ditanam adalah kangkung, bayam merah, dan sorgum merah.

menanam-microgreen-taoci

“Microgreen sangat cocok sebagai sayuran alternatif yang bisa ditanam sendiri. Ini bisa dilakukan oleh mahasiswa yang tinggal di indekos atau warga kota yang tidak punya lahan,” ungkap Ketua TAOCI, Yayan Hadian (24).

Menurut pemuda yang disapa Jajang, kegiatan ini juga berguna sebagai pendidikan. Meski bisa dipanen dalam waktu dua pekan, menanam microgreen tidak bisa asal-asalan. Perlu kejelian dan perhatian pada tanaman tersebut bila ingin berhasil hingga panen.

TAOCI sangat menekankan kegiatan menanam sebagai pendidikan. Kemudian kegiatan menanam bukan hanya berlaku bagi petani. Mahasiswa, karyawan, pengusaha, orang kota maupun desa, mesti bisa menanam.

Salah seorang fasilitator Sekolah Samin, Harti Tsaeni Alwarokiljannah, mengaku dengan kegiatan ini rasa empatinya dilatih. Lewat benih kangkung yang ia tanam, lewat itu pula perhatiannya dilatih setiap hari. Misalnya, ia perlu memastikan agar tanamannya tidak kekurangan air atau cahaya.

microgreen-harti-odesa

“Tiap hari saya mengamati pertumbuhannya, bahkan saya mengajak ngobrol juga,” kata perempuan yang akrab disapa Inem itu.

Kangkung yang ia tanam kini tumbuh subur. Asupan air dan cahaya terlihat optimal.

Selain itu, menurut Jajang kegiatan ini juga merupakan amalan dari prinsip “Tanam lalu Makan”. Baginya, hanya dengan prinsip itu pangan masyarakat akan aman.

“Dengan menanam sendiri kita akan aman dari kekurangan makanan, aman dari kelaparan, dan aman dari pemborosan belanja,” tutup Jajang. [Abdul Hamid]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*