Manfaat Kelor yang Menakjubkan sebagai Pakan Ternak

Memberi makan hewan dengan daun kelor (moringa oleifera) dan batang hijau bisa meningkatkan kenaikan berat badan hingga 32% dan meningkatkan produksi susu 43-65%. Kelor juga meningkatkan pencernaan makanan lain yang dimakan ternak dan meningkatkan kesehatan hewan Anda.

Ledakan penduduk di sebagian besar dunia menimbulkan kegentingan pada industri pertanian yang hingga saat ini masih belum diketahui efeknya. Namun ada jalur intervensi yang etis dan lebih sehat, yaitu dengan memberi ternak dan hewan peliharaan makanan sehat. Tanaman kelor yang sangat bergizi secara strategis siap memainkan peran utama dalam hal ini.




Nikolaus Foidl dan Dr. Gabrielle Foidl, telah mengembangkan metode intensif untuk menumbuhkan kelor. Mereka, telah melakukan penelitian mereka di Nikaragua sejak awal 1990an. Metode budidaya intensif ini mereka kembangkan pada lahan seluas 0,5 sampai 4 hektar. Foidl dan rekan-rekannya telah bereksperimen dengan berbagai kegunaan daun kelor dan batang hijau, termasuk penggunaannya dalam pakan ternak.

Setelah studi Foidl, sebuah penelitian lain dilakukan oleh Dr. Nadir Reyes Sanchez. Dr. Reyes di Fakultas Kedokteran Hewan dan Ilmu Hewan Departemen Nutrisi dan Manajemen Hewan di Universitas Ilmu Pertanian Swedia di Uppsala, Swedia.

Kedua penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan ternak dengan daun dan batang hijau kelor dapat meningkatkan produksi susu sebesar 43-65%, dan meningkatkan kenaikan berat badan setiap hari pada ternak hingga 32%. Studi ini juga menunjukkan bahwa kelor dapat tumbuh secara instensif sebagai tanaman ladang:
• Sekali penanaman dapat berlangsung selama beberapa tahun.
• Foidl, dkk. telah mampu memanennya sampai 9 kali setahun dari lahan irigasi dan pupuk yang baik, jumlah produksi per tahun:
• 650 sampai 700 metrik ton massa hijau
• Setara dengan 100 sampai 110 metrik ton massa kering
• 17,5 metrik ton protein murni
• 7000 kg lipid, dengan 65% merupakan asam lemak omega-3
• 10 metrik ton gula yang dapat difermentasi
• Kira-kira 8 metrik ton pati
• Sekitar 45 metrik ton hemiselulosa dan selulosa.

Studi Dr. Sanchez dilakukan tanpa irigasi dan dengan pupuk lebih sedikit, dan menghasilkan total 100 ton massa hijau yang dipanen dari empat tanaman dalam setahun. Namun, produksi susu dan berat ternak meningkat secara substansial pada kedua penelitian tersebut.

Semua faktor ini membuat daun kelor dan batang hijau sangat atraktif dan murah sebagai suplemen pakan ternak. Dua metodologi yang mungkin untuk pengujian pakan ternak kelor.
Metodologi pemberian pakan ternak dengan kelor:
Menanam kelor untuk 10 Ternak:

Area:
Jika diirigasi dan dipupuk: 1 ha
Jika tanpa irigasi: minimal 2 ha
Jarak: Biji kelor ditanam pada jarak 10 x 10 sentimeter
Pemupukan: 10 m3 kotoran sapi tersebar merata setelah setiap pemotongan di daerah panen.

Penanaman dan panen
Panen: Pucuk hijau kelor bisa dipotong setiap 35 hari.
Penanaman: Bagi plot Anda menjadi 35 area penanaman. Setiap hari, tanam satu area tanam. Lakukan ini selama 35 hari. Ini akan memungkinkan Moringa segar tersedia untuk memotong setiap hari dalam siklus 35 hari.

Memberi makan kelor pada ternak sapi

Rata-rata per sapi per hari adalah 35 kg moringa segar (utuh) ditambah penggembalaan di siang hari. Satu-satunya yang ditambahkan adalah vitamin dan garam.

Perlahan mengenalkan kelor ke dalam makanan ternak selama 10 hari, untuk menghindari gangguan pencernaan atau diare. Setiap hari, tingkatkan rasio kelor sedikit sampai jumlah penuh diberikan pada hari ke 10.
Hari pertama sapi diberi jumlah penuh kelor dianggap hari pertama penelitian.

Memberi makan ternak domba
Untuk mengetahui jumlahnya, biarkan mereka makan sebanyak yang mereka inginkan selama 15 hari, tambahkan beberapa tetes tebu dalam 3 hari pertama untuk meningkatkan nafsu makan.

Timbang jumlah yang diberikan setiap hari, lalu timbang sisanya keesokan harinya. Pastikan Anda menambahkan jerami atau memberi mereka rumput tambahan agar mereka tidak kekurangan serat. Untuk hewan penghasil susu, tambahkan beberapa energi ekstra (tebu, dll).

Tanpa irigasi atau pupuk
Kepadatan tanaman: 500.000 tanaman / ha.

Jarak: 40 cm antara baris dan 5 cm di antara tanaman.

Frekuensi pemotongan: Setiap 60 hari, dipotong setinggi 25 cm dari tanah. Pemotongan bisa dilakukan dengan tangan dengan parang atau gunting, atau akhirnya dengan mesin.

Hasil daun kelor dan batang hijau adalah 99 ton (segar) per ha per tahun. Dari sini Anda bisa menghitung berapa banyak area yang Anda butuhkan untuk memberi makan 10, 100 atau 1000 hewan.

Sapi perah:
Jumlah pakan: Sekitar 10 – 15 kg bahan segar per ekor per hari, sebagai suplemen untuk diet reguler.
Rumus untuk ini adalah: Jumlah kelor segar adalah 3,75% dari berat badan. Makanan hijauan harus diberikan setelah pemerahan, untuk menghindari pengalihan bau atau rasa tidak sedap. Ternak sapi: Rumusnya: Jumlah kelor segar adalah 6,25% dari berat badan. Untuk diberikan sebagai suplemen, menggunakan jerami Brachiaria sebagai makanan dasar, dicampur dengan tebu. Gunakan 5 kg kelopak bunga segar per hewan per hari sebagai suplemen makanan biasa.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa Moringa Oleifera tumbuh jauh lebih intens daripada pakan ternak tradisional, sehingga walaupun Moringa tidak langsung berefek pada penambahan berat badan seefisien makanan tradisional, produk ini sangat murah untuk diproduksi. Alfalfa menghasilkan rata-rata, sekitar 7 ton per hektar, Oat menghasilkan 2,5 ton per hektar dan kedelai tumbuh dengan kondisi sempurna dapat menghasilkan sebanyak 6,5 ton biji yang mengandung protein bergizi per are. Dengan kondisi sempurna, dan semua input pada tingkat optimum, produksi tertinggi alfalfa adalah 11 ton per hektar.

Moringa telah dilaporkan menghasilkan lebih dari 280 ton bahan hijau per hektar. Kira-kira% 70 persen dari jumlah tersebut dilaporkan sebagai batang dan kayu, yang dapat digunakan untuk produksi kertas atau produksi tenaga biomassa. Tanaman pakan tradisional membutuhkan pupuk, pestisida dan pembunuh gulma, yang semuanya mahal harganya. Input yang dibutuhkan untuk produksi Moringa secara signifikan lebih rendah.




Daun kelor penuh dengan protein, kalsium dan komponen penting lainnya untuk diet seimbang ternak, dan dapat tumbuh dengan pupuk dan pestisida yang jauh lebih sedikit dari tanaman hijauan tradisional. Jika daun kelor menjadi 40-50% pakan, hasil susu untuk sapi perah dan kenaikan berat badan setiap hari untuk sapi potong meningkat sekitar 30%. Produksi susu 10 liter / hari saat sapi diberi makan kelor, dibandingkan dengan 7 liter / hari tanpa kelor. Dengan pakan kelor, kenaikan berat badan sapi per hari setiap hari adalah 1.200 gram / hari, dibandingkan dengan 900 gram / hari tanpa pakan kelor. Baik sebagai makanan ataupun pakan ternak, manfaat kelor menjadi semakin jelas.[]

(Naskah ini diterjemahkan Oleh Yuliani Liputo dari Website miracletrees untuk tujuan penyebaran pengetahuan di Indonesia)

BACA Manfaat Kelor untuk Ternak, Pupuk dan Tanah
BACA Manfaat Kelor untuk Hewan Piaraan

1 Trackback / Pingback

  1. Mengambil Manfaat Gizi Kelor – ODESA INDONESIA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*