Cantrik Jurnalistik: Cara Efektif Belajar Menulis Melalui Praktik

Oleh FAIZ MANSHUR. Ketua Odesa Indonesia.

Ada sebagian orang yang percaya bahwa kemampuan menulis karena faktor bakat. Tentu saja alasan ini tidak berdasar karena pada faktanya kebanyakan para penulis sendiri lebih banyak yang merasa kemampuan menulisnya lebih ditentukan oleh minat yang kuat disertai belajar secara berkelanjutan.

Mengombinasikan antara minat dengan belajar itulah yang penting diterapkan. Adakah cara efektif untuk menjalankan hal ini?

Odesa Indonesia memperhatikan hal ini secara sungguh-sungguh. Setelah menggali akar masalah yang menghambat peserta belajar menulis, Yayasan Odesa Indonesia menemukan dua persoalan mendasar yang banyak dialami oleh para penulis pemula.

Pertama, antara keinginan dengan usaha tidak laras. Keinginannya tinggi tapi usahanya minim. Sebagai contoh problem menyusun kalimat. Ini perkara mendasar dan paling sulit dipecahkan. Jika hanya mengandalkan satu dua kali pertemuan, niscaya tetap tidak akan beranjak membaik. Solusinya adalah praktik rutin dengan memperbanyak eksperimen penulisan dan dibimbing melalui program evaluasi rutin.

Kedua, harus ada keseriusan dalam membentuk kebiasaan karena menulis bukan sekadar merangkai kata, bukan pula sekadar menemukan ide. Ada persoalan kompleks di dalam usaha melahirkan karya tulis apalagi jika membutuhkan kecepatan kerja. Soal kebiasaan pun butuh contoh konkret. Sebab kita tahu, kebiasaan itulah yang akan mengubah dari tidak mampu menjadi mampu. Kebiasaan itu pula yang membuat orang akan melewati masa sulit menjadi masa mudah. Dari seret menyusun kalimat menjadi lancar. Dan yang terpenting, kebiasaan baru yang dilakukan secara terus menerus akan banyak menghilangkan penyakit “banyak alasan.”

Guna mengawal proses pembelajaran aktif jurnalistik tersebut, kami dari Yayasan Odesa Indonesia menggulirkan program magang jurnalistik model pendampingan berkelanjutan.

Berpraktik dalam Cantrik Jurnalistik

Cantrik Jurnalistik digagas oleh pengurus Odesa Indonesia merupakan model pembelajaran aktif dalam urusan jurnalistik. Mahasiswa yang berhimpun dalam Odesa Institute (Organisasi Sayap Odesa Indonesia), bergiat aktif terjun berlatih menulis bersama seniornya.

Setiap hari rabu atau kamis mahasiswa terjun mengadakan kegiatan liputan bersama senior mencari “bahan baku”, kemudian memproses bersama dalam sebuah tulisan yang direncanakan. Pada hari minggunya, setiap peserta berkumpul menyetorkan tulisan kemudian dievaluasi bersama. Demikian terus dilakukan.

Setiap naskah yang ditulis dievaluasi sampai berhasil mewujud sebagai bahan bacaan yang siap “dikonsumsi”. Targetnya para peserta tersebut sampai benar-benar memiliki kemampuan sempurna, minimal dalam menyusun tulisan berita. Ukuran dasar kesempurnaan adalah bentuk karya tulis yang bisa menyampaikan pesan secara lengkap, akurat dan bermanfaat bagi pembaca.

Pola praktis “Cantrik Jurnalistik” untuk kaum muda ini dibimbing oleh Fasilitator Bapak Enton Supriyatna (Wartawan Senior Pikiran Rakyat). Kata Cantrik muncul dari pentingnya seorang murid belajar pada guru secara langsung. Dengan mengikuti jejak langkahnya, sang murid diharapkan mendapatkan pengalaman dari proses menulisnya. Cara ini terbukti efektif karena di dalam proses dialogis setiap masalah yang menghambat bisa diselesaikan secara lebih cepat.

Cantrik memang terkesan kuno dan mungkin dianggap sebagai model pembelajaran era feodal yang cenderung pedagogis. Tetapi pada implementasi di lapangan, Cantrik Jurnalistik benar-benar andragogis karena “sang guru” mengajar dengan pendekatan dialogis. Spirit cantrik yang esensial adalah mengikuti, meneladani. Sebuah langkah yang efektif untuk setiap pemula tentunya.

Dengan cara ini, ada harapan para peserta tidak perlu berkeluh-kesah seperti “pusing memulai”, “sulit menuangkan gagasan”, “sibuk” atau sejenis alasan yang menghambat kemajuan.

Dalam dunia penulisan ada kompleksitas persoalan. Satu keluhan belum tentu bisa diselesaikan oleh satu solusi. Satu keinginan tak cukup hanya dipenuhi oleh satu kemampuan. Maka prinsip “membangun pengalaman bersama” itu perlu ditegakkan.


Untuk Siapa Cantrik Jurnalistik Ini?

Cantrik Jurnalistik di Yayasan Odesa Indonesia yang diasuh oleh Bapak Enton Supriyatna (Wartawan Senior Pikiran Rakyat) ini diperuntukkan kepada siapa saja yang ingin bisa menulis.

Berapa kali pertemuan? Tak dibatasi. Menulis targetnya adalah menghasilkan karya tulis sampai benar-benar “berhasil”. Ukuran keberhasilan minimal sampai pada tahap dasar standar jurnalistik. Dengan target menimal ini diharapkan nantinya menjadi bekal proses kreatif lebih lanjut. Mari belajar.[]

Video Cantrik Jurnalistik Bersama Enton Supriyatna

Framing Jurnalistik Kemiskinan Harus Tepat

Hawe Setiawan: Menulis itu Membangun Jembatan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*