Penentu Keberhasilan Tanaman yang Tak Banyak diketahui Orang

Hutan kita telah banyak yang hilang setelah mengalami kerusakan. Dunia pertanian muram karena tanah telah pucat sekarat. Ilmu pengetahuan agroforestry atau wanatani harus digaungkan sebagai kebutuhan untuk menyelamatkan para petani, menyelamatkan air, dan juga menumbuhkembangkan keanekaragaman hayati.

Jadi solusi adalah membangun hutan kembali?

Pertanian Salah
Pertanian tanpa rerimbunan pohon seperti ini berdampak buruk bagi lingkungan dan hasil panen. Hama mudah menyerang, tanah pucat mudah erosi. Harus ada hutan di sekitar ladang.

Jawabnya, iya. Hutan dalam pengertian fungsional untuk lingkungan kita adalah rerimbunan pohon. Seberapa meter, harus diadakan di sekitar pertanian kita, karena dengan adanya keanekaragaman tanaman, pohon tinggi, pohon menengah dan semak belukar, keanekaragaman hayati akan tumbuh kembali. Jika tanpa pepohonan rimbun (hutan buatan), dipastikan hewan-hewan kecil akan menyerang pertanian kita; merusak hasil panen kita, apalagi pada saat ekstrem kemarau atau ekstrem hujan terjadi.

Jika hutan dibuat, ekosistem akan terjaga secara baik. Akan ada hewan-hewan kecil di tengah semak belukar. Akan ada cacing, nematoda, dan jenis hewan predator di dalam tanah sekitar akar pohon. Semakin banyak pohon, semakin banyak. Tanamilah pohon besar karena satu akar pohon besar bisa berdampak subur bagi puluhan meter tanah. Tanamilah pohon menengah karena berguna untuk memancing tumbuhnya semak belukar.

Bumi Pucat Petani Melarat. Apa yang Harus dilakukan?

Daun-daun pohon besar akan menjadi bahan kompos alami. Mereka akan berjatuhan sebagai bahan stabil karena sulit membusuk. Sedangkan dedaunan dari semak belukar akan menjadi bahan aktif karena kecepatan membusuk. Pohon basah seperti pisang dan pepaya sangat baik untuk memasok bahan aktif karena kemampuannya membusuk lebih cepat. Begitu juga dengan sayuran dan buah-buahan. Mereka cepat membusuk dan menyuburkan tanah.

Jika kita sudah membuat blok hutan itu, hama akan berkembang, tetapi tidak akan menyerang pertanian kita. Mereka tidak boleh mati karena secara natural ketika kita menanam, hukum alam akan bicara, mereka pun berkawin-mawin dan berkembang. Mereka lalu butuh makan. Penuhi kebutuhan pangan mereka dengan hutan buatan beberapa meter dan bukan lari ke waring membeli pestisida yang justru selain memboroskan anggaran juga merusak kualitas hasil panen kita.

Jauh-jauh hari lembaga Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sudah mengampanyekan pentingnya agroforestry bagi para petani. Berbagai keberhasilan gemilang dicapai di negara-negara Afrika dan Amerika Latin. Cina, Jepang dan Korea juga banyak mengisahkan pengalaman menarik sepanjang 10 tahun belakangan ini. Bahwa pertanian mereka maju karena mendorong alam untuk bekerja.

Alam memiliki kemampuan bekerja lazimnya mesin. Manusia harus mengambil peran sebagai pekerja kognitif; bekerja dengan ide-ide cemerlang, memberi kesempatan alam bekerja sendiri, dan berhenti menjadi mesin yang bodoh karena memusuhi rumput, hama dan membalak pepohonan hanya karena alasan “kebiasaan orangtua kami bertani ya seperti ini.” Cara pandang irasional ini mesti diperangi, diganti dengan pendekatan baru yang lebih melayani sistem kerja alam. Prinsipnya, mengurus alam secara modern adalah mengembalikan agar alam bekerja sesuai fitrahnya, bukan sesuai kepentingan pragmatis manusia.

Agar Tanah Subur Inilah Bahan Penutupnya

Hutan buatan, selain bertujuan mendongkrak hasil panen massif dan berkualitas juga memiliki kemampuan untuk menyumbang perbaikan kehidupan. FAO menuliskan 4 hal mendasar dari pentingnya hutan buatan.

1) Memperbaiki sifat tanah yang sakit menjadi lebih sehat. Berubah dari merah/coklat pucat menjadi hitam.

2) Menyerap karbon karena kerja fotosintesis berjalan baik, air akan lebih memilih turun melalui akar pohon, dan bersemayam di bumi ketimbang harus diusir terbang ke langit.

3) Menyediakan makanan, sayur, biji dan buah-buahan yang lebih sehat bagi jutaan orang karena hasil panen organik berbasis kerja alam akan lebih natural dan lebih sehat. 3) Menjadikan aliran air di tanah lebih menemukan jalannya sehingga tidak mudah meluap ke permukaan dan menghanyutkan lapisan permukaan tanah.

4) Memperkaya keanekaragaman hayati di bumi sehingga memungkinkan alam lebih kaya; banyak hewan di dalam tanah, berkembang biak hewan di atas tanah dan memakmurkan hewan di atas udara seperti burung-burung di pepohonan.

Kita, manusia, hidup tidak bisa makmur dan bahagia sendiri. Ada jenis hewan dan tanaman yang harus dibahagiakan, diberi kesempatan berkembang biak, kawin-mawin makmur sejahtera dan mereka pasti akan bekerja untuk kita. Jika alokasi pangan dan ruang kehidupan mereka kita jarah semua, mereka akan menjadi musuh kita. Bangun hutan untuk kemakmuran bersama. Lakukan dengan menanam jenis pepohonan beragam.

Konsep hutan buatan untuk sekitar pertanian (apapun jenis pertanian kita) berpijak pada prinsip, 1) jenis tanaman yang mudah berkembang di sekitar kita. 2) Yang sudah ada dikembangkan lebih lanjut, ditambah jumlahnya, ditambah jenis lain. 3) Semakin beraneka ragam tanaman dan semakin luas hutan buatan,mendatangkan keuntungan.

Gambaran umumnya kurang lebih sebagai berikut:

Tanaman besar: Mahoni, Suren, Bambu, Kelapa, Jati, Kayu putih, aren, nangka, pinus, cemara, dll. Bebas memilih jenis tanaman tinggi lainnya. Manfaat besarnya adalah menghasilkan akar radius lebar di dalam tanah. Melindungi tanaman lain dari ekstrem hutan dan matahari. Tempat berkembangnya hewat udara, dan dedaunannya akan menyuburkan tanah sekitarnya.

Tanaman Menengah: Jambu, Jeruk, Pepaya, Pisang, atau jenis tanaman buah lain. Berguna memasok daun bahan aktif (cepat membusuk), terlebih buahnya sangat baik untuk menghasilkan microorganisme.

Tanaman Sedang: rumput gajah, daun sereh (ditanam di lereng untuk menahan erosi dan bagian dalam pohonnya menyimpan banyak microorganisme. Bunga matahari, Hanjeli, Sorgum dan Jagung. Berguna untuk penyerbukan kumbang dan laba-laba. Daunnya bagus untuk pupuk (bahan aktif) dan batangnya bagus untuk bahan stabil ditaruh di atas tanah untuk melindungi panas dan melindungi hujan ekstrem.

Tanaman Pendek: rumput bandotan berbunga putih memiliki kemampuan mendatangkan jenis microorganisme yang baik dan menolak microorganisme buruk. Tanaman terbaik pendek adalah tanaman kacang. Akar dan daunnya adalah pupuk bagus untuk untuk menghasilkan nitrogen bagi percepatan penggemburan tanah karena cacing membutuhkannya.

Tanaman Bunga: Tanaman dengan bunga putih, merah dan kuning harus disediakan di sekitar area pertanian karena di situlah penyerbukan akan banyak terjadi. Khusus bunga matahari, saat hidup bunganya hebat untuk mendatangkan kumbang melakukan penyerbukan. Membantu 30 persen kerja alam dalam pertanian. Batang dan daunnya cepat membusuk, sangat baik menjadi bahan aktif tanah karena cacing sangat suka dengan batang bunga matahari.

Tanaman Herbal: Daun Afrika, Kelor. Selain bermanfaat besar bagi manusia dan ternak, juga sangat bagus untuk pupuk. Daun dan batang kedua pohon ini sangat cepat membusuk dan mampu memfasilitasi kerja hewan di dalam tanah untuk pesat berkembang. (Faiz Manshur) Kelor Penyubur Tanaman

Langkah Menyuburkan Tanah

Pertanian Baru. Menyuburkan Tanah Jangka Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *