Menyehatkan Keluarga Petani dengan Pembangunan Sanitasi

Dalam Sunyi Terus Bergerak….

Alhamdulillah. Dalam waktu kurang dari sepekan, pembangunan fasilitas MCK umum dua pintu di Kampung Cikawari RT 02 RW 11 Desa Mekarmanik Kec. Cimenyan Kab. Bandung, bisa diselesaikan. Tinggal sentuhan akhir dan pengecatan.

Maka relawan Odesa Indonesia pun melanjutkan aktivitasnya. Terus bergerak dalam kesunyian dusun-dusun Cimenyan. Kegiatan serupa bergeser ke lokasi lain di RT 03 RW 11, yang jaraknya sekitar 400 meter ke selatan dari lokasi pertama. Ada tiga relawan Odesa Indonesia yang memimpin aksi gerakan ini dari lapangan. Mereka adalah petani yang telah mendapat binaan secara serius yaitu Ujang Rusmana (Cisanggarung), Toha (Waas), dan Andi (Cikored).

Lokasi ini seringkali disebut Cikawari Handap, karena posisinya berada di bawah jalan kampung. MCK umum akan dibangun di atas lahan di belakang rumah panggung milik Mang Alo (40). Agak sulit memang mencari lahan pribadi yang siap dipakai untuk WC umum.

Di RT 03 ini, terdapat belasan rumah yang tidak memiliki kamar mandi yang memadai. Bahkan banyak bak mandi di dapur mereka terbuat dari plastik hitam yang dibentuk menjadi kotak agar bisa menampung air.

Bahkan ada kamar mandi yang terbuat dari terpai disangga bambu sederhana dan letaknya di depan rumah. Jangan tanya soal tempat BAB dan saluran pembuangan air kotornya. “Nya mudah-mudahan wae saatos aya MCK umum mah, aya perobihan dina kasehatan wargana,” ujar Mang Alo.

Pembangunan Sanitasi tahun 2019 yang digerakkan oleh Odesa Indonesia ini merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya yang telah berhasil membangun 9 sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di kawasan Cimenyan Kabupaten Bandung. Menurut Ketua Pembina Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, pelayanan air bersih untuk petani mutlak diperlukan karena masih banyak para petani, terutama golongan miskin yang belum menerapkan praktik hidup sehat akibat buruknya infrastruktur sanitasi.

“Kami memacu gerakan sosial bersama, menggalang donasi dari siapa saja yang memiliki keprihatinan terhadap akses air bersih untuk kaum miskin di perdesaan. Harus diakui sampai saat ini peran pemerintah tidak peka terhadap kebutuhan dasar air. Kita malu dengan pembiaraan ini, dan kita secepatnya melangkah untuk bertindak melakukan perubahan,” kata Budhiana Kartawijaya.-Enton Supriyatna.

Pembangunan SDM Petani wajib dilakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *