Menyalurkan Bantuan Bencana Tersembunyi

Kemana menyalurkan bantuan secara tepat? Bagaimana caranya?

Banyak orang mudah empati dengan tragedi bencana alam. Kejadiannya yang spontan dan meluluhkan sendi kehidupan ribuan orang hingga kematian memungkinkan orang mendadak bergerak.

Menurut Ketua Pembina Yayasan Odesa Indonesia Budhiana Kartawijaya, hal ini sudah sewajarnya dilakukan setiap orang tergerak ke sana tanpa memandang lokasi, Suku, Ras atau agama. Semua diarahkan pada satu kepentingan objektif tindakan kemanusiaan.

Namun yang demikian itu baru pada satu segmen atau objek tragedi pada bencana. Menurut Budhiana, ada satu tragedi dari bencana yang tak kalah membutuhkan perhatian, yaitu jenis bencana yang sifatnya menahun, tersembunyi dan tidak tercium banyak orang.

“Misalnya, keluarga miskin yang tinggal di gubuk reyot dan puluhan tahun tidak mendapatkan akses air bersih atau anak-anaknya tidak bisa sekolah, atau putus sekolah karena masalah akses jalan atau jarak. Itu bagian dari bencana yang harus diperhatikan,” kata Budhiana saat menyampaikan laporan kerja Yayasan Odesa Indonesia bidang kedermawanan sosial pada acara Temu Sosial Akhir Tahun 2018, di Vila Alam Santosa, Pasir Impun, Cikadut Kabupaten Bandung, Senin 31 Desember 2018.

Menurut Budhiana, tinggal di rumah reyot sempit (Rumah Tidak Layak Huni-Red) disertai kesulitan air bertahun-tahun, akses ekonomi sulit dan anak-anaknya kerepotan bersekolah merupakan bagian dari dari bencana yang harus diperhatikan. Sebab ketika para sukarelawan mengadvokasi korban bencana alam juga akan memberikan perhatian pada urusan sanitasi atau air bersih, memikirkan masalah sekolah anak-anak korban, dan juga memikirkan rumah tinggalnya.

“Kami memiliki data yang terhimpun dari ribuan kehidupan keluarga petani kecil di Kawasan Bandung Utara. Di Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cileunyi, misalnya, banyak keluarga petani kecil yang rumahnya reyot membahayakan penghuninya, tidak mendapatkan akses air bersih, anak-anaknya kesulitan bersekolah karena kemiskinan orang tuanya,” papar Wartawan Senior Pikiran Rakyat itu.

Menurut Budhiana, selain perlunya model baru untuk mengatasi masalah kemiskinan, terutama masalah akses air dan pendidikan, saluran amal charity atau derma juga perlu ditingkatkan ke arah gerakan filantropi. Sebab menurutnya, tidak semua tindakan amal charity menyelesaikan masalah, namun jika diarahkan ke model pendampingan model filantropi, charity tersebut bisa menyelesaikan masalah. “Charity yang menyelesaikan masalah disebut filantropi,” jelasnya. Ad/In

Budhiana: Kualitas Amal Kemanusiaan terletak pada Filantropi

Satu tanggapan untuk “Menyalurkan Bantuan Bencana Tersembunyi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *