Membangun MCK Mengurangi Kesengsaraan Warga

Air adalah kebutuhan mendasar setiap makhluk hidup. Manusia butuh air, bahkan bukan sekadar untuk konsumsi, melainkan untuk mandi, mencuci dan juga produksi tanaman. Di Cimenyan Kabupaten Bandung, tempatnya Odesa berkegiatan, terdapat banyak rumah tangga petani di balik perbukitan yang hidupnya kesusahan air.

Air bersih adalah sumber produktif hidup. Kita bisa sengsara jika dalam satu hari tidak mendapatkan akses air, baik air minum, air mandi, air untuk kebersihan setelah buang hajat, dan air untuk mencuci.

Kami percaya bahwa dengan air bersih ini kehidupan masyarakat bisa lebih sejahtera. Banyak orang miskin semakin miskin dan sengsara karena tidak memiliki akses air yang sehat. Ibu rumah tangga paling sengsara, terutama yang sedang dalam keadaan hamil, menyusui atau memiliki anak-anak kecil.

Tanpa air bersih, makanan dan pakaian, termasuk lingkungan sekitarnya akan memburuk dan menumbuhkan penyakit. Hidup harus sehat, dan kesehatan harus dipenuhi dari kebersihan. Air bersih merupakan fondasi paling penting terciptanya kehidupan yang sejahtera.

Kampung Kumuh Warga Membutuhkan Air Bersih

Ada mata air di beberapa tempat, sebagian sudah semakin susut karena situasi alam (kekeringan) lebih panjang di banding tahun 1990an.

Ada mata air yang bagus, tetapi oleh pemilik lahannya sudah dijual dan menjadi idustri air komersil yang dialirkan ke perkotaan Bandung sementara rumah tangga petani justru kekurangan air.

Petani yang kehidupannya minim ekonomi kesulitan mengakses air bersih karena banyak faktor. Idealnya setiap rumah tangga memiliki sarana sanitasi yang lengkap. Tetapi itu tidak terjadi.

Dana pemerintahan APBD atau Dana Desa tidak pernah berbicara masalah ini. Jika kita mendorong pemerintah itu terlalu lama karena birokrasi kita tidak peduli terhadap kebutuhan warga. Selama ini banyak desa hanya mengonsentrasikan pembangunan pada urusan jalan atau program lain yang tidak menjawab masalah kebutuhan air bagi warganya.

Odesa Indonesia melihat kenyataan tersebut akhirnya mengambil jalan realistis, yaitu menggalang dana partisipasi masyarakat secara luas, mengawal pembangunan sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) secara komunal agar warga di setiap RT yang kekurangan air bersih terpenuhi. Selain mensukseskan pembangunan fisik, juga membangun komitmen warga untuk hidup bersih dengan jalan pendampingan.

Kegiatan pembangunan sarana MCK ini dilakukan secara terus-menerus karena Yayasan Odesa melihat begitu banyak fakta setiap RT yang mengalami problem masalah air. Dari sekian ratus lokasi yang ditemukan pengurus Odesa Indonesia, terdapat 70 lokasi yang penting untuk segera dibangun.

Odesa Indonesia memberikan kesempatan kepada saudara-saudara sekalian untuk aktif bergiat dalam membantu warga petani yang mayoritas berstatus keluarga Pra-Sejahtera (Sangat Miskin) dan Sejahtera I (Miskin).

Para pengurus senior seperti Bapak Enton Supriyatna (Redaktur Pikiran Rakyat), Bapak Basuki Suhardiman (Pegawai ITB) dan Bapak Budhiana Kartawijaya (Sekretaris Perusahaan Pikiran Rakyat) sering melakukan pemetaan sebelum dilakukan pembangunan. Sedangkan pengurus eksekutif harian Khoiril Anwar dan Didin Sudeni dibantu pengurus Odesa lokal seperti Ujang, Toha, Jajang, Andi, Tatang dll mengeksekusi jalannya pembangunan.

Bandung Utara Butuh Sarana MCK

Satu persatu sarana MCK sudah dibangun, dan terus kita memperbaiki sarana sanitasi dari lokasi ke lokasi.

Selain di Kawasan Bandung Utara (KBU), Yayasan Odesa dalam urusan pembangunan sarana MCK ini juga aktif bergiat di Jawa Tengah, khususnya di Temanggung. Bapak Andy Yoes Nugroho memimpin kegiatan ini melalui sub-organisasi Eksodus (Ekosistem Sosial Dusun).

Bagi yang ingin berkontribusi kegiatan ini, kami membuka saluran donasi. Bisa menghubungi Bapak Khoiril Anwar HP/WA 085220502937

Satu tanggapan untuk “Membangun MCK Mengurangi Kesengsaraan Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *