Lembaga Dakwah PBNU Deklarasikan Gerakan Peduli Keluarga Tuna MCK

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) KH. Maman Imanul Haq saat ini para mubalig di Indonesia harus mengubah orientasi dakwahnya dari model dakwah yang melangit menjadi lebih membumi. Sebab menurut Maman, jutaan warga dari Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I di Indonesia masih banyak yang belum beres urusan dasarnya. Ketiga hal itu antara lain sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK, Sanitasi dan Rumah Layak Huni.




“Melalui Lembaga dakwah yang saya pimpin (LD-PBNU) saya ingin mengubah orientasi dakwah menjadi lebih membumi agar Islam mampu menjadi ajaran yang solutif bagi masyarakat bawah. Sebab satu contoh di Provinsi Jawa Barat misalnya, terdapat lebih 4 juta keluarga yang MCK-nya tidak beres. Jika rasio penduduk Jawa Barat adalah 3,5%, dipastikan warga yang sulit MCK jumlahnya mencapai 16 juta lebih,” katanya di hadapan wartawan dalam acara Deklarasi Gerakan Kesejahteraan Keluarga Tuna MCK, di Surapati Kota Bandung, Selasa, 12 September 2017.

Maman menambahkan, dirinya akan memimpin langsung kampanye dan gerakan sosial serta mendorong pemerintah agar memperhatikan masalah MCK, Sanitasi dan Rumah Tidak Layak Huni. Dilatarbelakangi kajian rutin bersama Yayasan Odesa Indonesia Bandung, Maman akan mencoba melakukan terobosan-terobosan dengan mengaktifkan kampanye di kalangan juru dakwah agar mengambil kepedulian masalah ini.



“Teman-teman di Yayasan Odesa Bandung yang selama ini membumi bergerak di kalangan keluarga pra Sejahtera Cimenyan Kabupaten Bandung menawarkan cara pandang baru terkait dengan kebijakan negara. Saya sudah langsung ke Cimenyan dan melihat kenyataan kehidupan warga. Sungguh memprihatinkan karena hanya setengah jam dari Pusat Kantor Gubernur ternyata masih banyak keluarga yang hidupnya terbelakang, miskin dan teraniaya oleh ketidakadilan,” katanya.

Melihat realitas tersebut Maman menganggap penting tindakan model dakwah baru. Sebab menurutnya selama ini banyak juru dakwah yang bicara melangit dan tidak jelas arahnya sementara pada level masyarakat baik perkotaan maupun perdesaan masih banyak urusan rumah tangga yang tidak beres air bersihnya.

“Pelajaran agama pertama adalah sesuci, taharah, itu urusannya dengan MCK dan Sanitasi. Kita harus serius dalam hal ini agar Islam benar-benar menjadi solusi yang konkret mengatasi problem masyarakat. Negara juga jangan melulu membangun infrastruktur yang besar tapi mengabaikan infrastruktur MCK keluarga,” tegasnya.

Fakta MCK Jawa Barat
Dari data yang didapat dari Data Statistik Kesejahteraan Jawa Barat 2016. No Katalog 41.01002.32, membuktikan, Jumlah Keluarga di Jawa Barat Pada Tahun 2016 adalah 12.589.790. Terdapat 4.351,031 Keluarga (34,56%) yang membuang tinja tanpa sarana WC yang memadai. Jika dihitung dengan jumlah orang, terdapat sekitar 16.359.878 yang berak di sembarang tempat, antara lain di sawah/sungai/danau/laut, lubang tanah, pantai, kebun dan tanah lapang.

Kemudian pada Kota Bandung sampai tahun 2016 warganya masih banyak yang buang tai di sembarang tempat. Data statistik Kesejahteraan Jawa Barat 2016 dengan No. Katalog 41.01002.32 menyebutkan terdapat 51,14 persen (2016) dari jumlah Rumah Tangga yang tidak memiliki sarana MCK secara layak. Menurut data dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Bandung yang mengambil data dari “Data Konsolidasi Kementerian Dalam Negeri per 31 Desember 2015”, jumlah Rumah Tangga Kota Bandung 2016 saat ini adalah 806.070. (Catatan: Sejak tahun 2014 BPS tidak menyediakan data KK yang baru dan masih menginduk pada data 2014 yang jumlah KK-nya 657.769).




Melihat angka 51,14 persen tersebut berarti menunjukkan jumlah mencapai lebih 412.224 KK. Dengan rasio KK dengan jumlah keluarga di Kota Bandung menurut BPS adalah 3,75, itu artinya terdapat lebih 1.545.840 penduduk Kota Bandung yang sembarangan membuang tai. Data Statistik Kesejahteraan Jawa Barat 2016 menyebutkan, sarana berak warga tersebut antara lain di sawah, sungai, lubang tanah, kebun dan tanah lapang-Yus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *