Inovasi Pertanian Bersama Kelor

Kelor selama ini masih dikenal sebagai tananaman liar atau pagar pekarangan. Sementara dalam dunia ilmu pengetahuan, pohon bernama Moringa Oleifera itu merupakan sumber gizi luar biasa bagi manusia.

Dua tahun lalu, pemuda desa seperti Yayan Hadian ( 23 tahun) tak akan menyangka kalau dirinya menaruh minat pada pekerjaan pertanian. Pasalnya, alumni SMK jurusan Otomotif di salahsatu Kota Bandung ini sejak lulus sekolah lebih memilih pekerjaan sebagai kernet Truk. Sekalipun kedua orangtuanya tergolong petani tekun, namun Yayan tak minat melanjutkan pekerjaan orang tuanya.

“Saya tidak tertarik menjadi petani karena dari sisi hasil tidak bagus. Bekerja keras juga tidak menjamin karena sering gagal panen, dan uangnya lama,” katanya.

Pikiran Yayan berubah sejak ia menyatu bersama Yayasan Odesa Indonesia. Berkat pamannya yang juga mengembangkan, Rusmana yang gigih mengembangkan pertanian kelor, Yayan kini mengambil peran penting dalam budidaya tanaman Kelor. Manfaat Gizi Kelor

“Tani bersama Odesa Indonesia itu mendapat pengarahan. Setiap malam saya dan teman-teman belajar pertanian modern, setiap hari juga tersedia buku-buku dan majalah pertanian, dan ada cara belajar mengurus hasil panen. Semua hasil panen diolah, tidak langsung dijual sehingga bisa padat pekerjaan,” tutur Yayan.

Kelor menjadi tanaman yang inovatif karena selama ini para petani hanya mengenal tanaman ini sebagai tanaman pagar yang tidak bernilai ekonomi. Oleh Yayasan Odesa Indonesia dijadikan salahsatu jenis tanaman herbal dan makanan bergizi.

Dua tahun menyebarkan pengetahuan baru tentang tanaman pertanian Kelor ini, di akhir tahun 2018 ini sekarang sudah terdapat 22 petani yang mengembangkan Kelor, dan ratusan warga menanam sekadar untuk tanaman pekarangan. Soal pendapatan dari kegiatan model pertanian baru ini sangat baik. Baik dalam artian panen tidak harus menunggu tiga bulan, tetapi di atur dalam skala mingguan sehingga keadaan ekonomi petani lebih produktif dan semangat kerjanya lebih tinggi. Daun Segar Kelor Paling Bagus Gizinya

Model Baru Tani
Model pertanian yang dikembangkan Yayasan Odesa Indonesia di Kawasan Pasir Impun Atas, Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung menurut Pendamping Ekonomi Pertanian, Basuki Suhardiman, lekat dengan dua prinsip, yaitu kreativitas dan inovasi. Kalau kreativitas adalah tindakan aktif memecahkan masalah atas persoalan yang dihadapi, inovasi dibutuhkan untuk pengembangan pemanfaatan ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan barang dengan tujuan mencapai nilai lebih.

Prinsip ini di Indonesia kebanyakan dicari oleh kalangan bisnis dalam bidang jasa, di perkotaan. Sedangkan di dunia pertanian, dua spirit ini jarang dimiliki oleh kalangan petani lapisan bawah. Kalaupun ada kreativitas dan inovasi dalam pertanian, biasanya dilakukan oleh kalangan penghobi perhatian. Masa Depan Indonesia ada di Pertanian
Melihat dunia pertanian sangat penting mengembangkan dua hal tersebut, Basuki Suhardiman memilih usaha penancapan kreativitas dan inovasi dilakukan oleh para petani. Peneliti dari Comlabs Institut Teknologi Bandung (ITB) itu berpandangan, para petani selama ini terjebak pada pola usaha yang beku. Ilmu pengetahuannya lama, hanya mewarisi pengetahuan turun-temurun yang jauh dari perhitungan, jauh dan pemetaan, dan seringkali tidak sinkron dengan perubahan sosial di sekitarnya, termasuk yang paling merisaukan adalah kemampuan petani tidak terhubung dengan perkembangan pasar modern.

“Dunia sudah banyak berubah, tapi ilmu pengetahuan petani masih terbelakang zaman Hindia Belanda. Bahkan teknologinya masih zaman Majapahit. Sementara kita tahu, petanilah yang menyediakan bahan pangan, sumber primer hidup manusia,” katanya.

Menurut Basuki, tanaman Kelor yang dikembangkan merupakan salahsatu bagian dari kegiatan inovasi dari beragam jenis tanaman baru dan pengolahan model baru. Selain Kelor, ada sorgum, hanjeli, binahong, tin/ara, daun afrika, dan lain sebagainya. Juga termasuk mengembangkan inovasi pertanian pada tanaman lama, seperti Kopi.-Rizki/Khoiril
Beragam Jenis Tanaman Herbal dan Bibit



Satu tanggapan untuk “Inovasi Pertanian Bersama Kelor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *