Eksodus (sub-gerakan)

EKSODUS: Ekosistem Sosial Dusun
Aksi Perbaikan Sumberdaya Manusia Dusun: Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan

Ekosodus adalah organisasi berbasis komunitas. Fokus kegiatannya adalah memperbaiki kehidupan pada level dusun karena kemajuan desa harus dibuktikan oleh kemajuan level yang lebih kecil/bawah. Model kegiatannya adalah partisipasi kegotong-royongan warga dusun untuk perbaikan tiga bidang, 1) Ekonomi, 2) Pendidikan dan, 3) Kesehatan. Langkah konkret kegotong-royongan antaralain dengan partisipasi bersama melalui kegiatan keorganisasian dusun dengan memaksimalkan kebersamaan berpikir (musyawarah) untuk menghasilkan tindakan kerjabakti, iuran dan amal sosial.

TIGA BIDANG

EKONOMI. Jangan ada orang miskin (pra-sejahtera) yang terbiarkan. Warga yang berusia wajib pendidikan harus mendapatkan kesempatan sekolah formal dan mendapatkan tambahan sekolah informal. Tujuannya agar nanti mereka mampu berekonomi secara kompetitif/memadai. Kelopok warga usia kerja harus mendapatkan pekerjaan yang memadai. Jika negara belum bisa memberikan pekerjaan, maka inisiatif menciptakan lapangan kerja harus dilakukan. Ekosodus ke luar daerah tidak selalu menjadi solusi. Lebih baik memperkuat warga agar bereksodus (hijrah) dengan ilmu pengetahuan; meninggalkan kebodohan menuju kecerdasan untuk menciptakan lapangan kerja bagi dirinya. Usia tua harus mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Hidup tidak harus kaya melainkan harus dalam situasi kelayakan.

PENDIDIKAN.
Setiap individu sebelum masuk liang lahat harus terpenuhi pengetahuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Setiap pengetahuan harus bermanfaat untuk menjawab problem hidup masing-masing. Ini perkara penting karena salahsatu problem besar bangsa Indonesia disebabkan warga negaranya tidak memiliki pengetahuan untuk mengatasi persoalan hidup. Kegiatan kewargaan dusun tidak hanya melulu rapat dan kerja bakti, melainkan harus terus diisi oleh acara-acara keilmuan secara informal, murah dan partisipatif/keterlibatan bersama. Bacaan-bacaan ilmu pengetahuan harus rutin disebarkan bersamaan dengan kegiatan temu warga.

KESEHATAN. Setiap individu harus mendapatkan perhatian kesehatan dan bisa mengatasi masalahnya sebelum diatasi oleh pihak lain. Pengetahuan tentang kesehatan harus dimulai dari individu. Setiap perkara penyakit tidak harus berurusan dengan medis modern kimiawi, melainkan bisa memainkan kearifan lokal dengan tanaman obat. Lebih penting lagi, terciptanya kesehatan harus terpenuhi kualitas udara, kualitas lingkungan dan kualitas air yang memadai.