Amal Sosial untuk Keluarga Pra-Sejahtera Cikored Kab.Bandung

Setelah cermat kami meneliti secara langsung, rata-rata penghasilan keluarga buruh tani itu hanya Rp 14.000 setiap hari untuk memenuhi 3 orang. Uang terkonsentrasi untuk urusan sekolah anak. Pangan sehari-hari kurang bergizi. Tidak cukup air. Lingkungan kumuh. Sebagian dari mereka adalah pekerja yang baik. Harus diberi kesempatan untuk berubah.

Pada saat kegiatan Bakti Sosial membagikan beras dan pakaian di Kampung Cikored Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kab.Bandung bulan Ramadan 2018 lalu, Penggurus Yayasan Odesa Indonesia menemukan fakta kehidupan yang memilukan. Ada belasan keluarga buruh tani yang tinggalnya di rumah-rumah tua reyot. Dari sekian belas keluarga golongan pra-sejahtera (sangat miskin) itu, ada dua keluarga yang paling menderita, yaitu keluarga Nengsih dan pak Dadang (bapaknya).

Nengsih (25 tahun) memiliki dua anak, Desi dan Gunawan. Suaminya pergi entah kemana. Dua anak ini sangat kucel dan kurang terurus. Faktor mendasar karena ketiadaan air bersih di kampung itu. Tetapi di luar air, tempat tinggal mereka di lereng curam bukit dengan ekonomi yang sulit juga mempengaruhi banyak kesempatan hilangnya penambahan penghasilan. Nengsih bekerja sebagai pemelihara domba titipan orang. Dari rumah itulah kita juga mulai memperhatikan air.

Sementara pak Dadang (57 tahun) dan ibu imi (51 tahun) adalah buruh tani. Pak Dadang sering kerja serabutan sebagai petani, demikian juga ibu Imi yang juga harus rutin mencari rumput untuk domba titipannya. Pasangan kakek nenek ini memiliki tanggungan satu cucu, namanya Andri (2 tahun).

Anak ini malang nasibnya karena sejak usia 40 hari ibunya meninggal akibat sakit lama sejak hamil. Suaminya juga pergi entah kemana. Keadaan Andri sangat memelas, sakit-sakitan flue berkepanjangan. Hari sabtu 6 oktober lalu Ibu Nina Danny dari Odesa Indonesia menyampaikan keadaan fisiknya, salahsatunya bagian kakinya tampak kurang normal selazimnya bayi-bayi lain.

“Kering dan ini kurang lazim,” katanya. Pak Budhiana Kartawijaya yang sejak awal menemukan kampung itu bilang, banyak anak-anak di Cikored yang mengalami kurang gizi, pertumbuhannya kurang sehat karena sanitasi dan juga konsumsi pangan yang tidak memenuhi kebutuhan usia pertumbuhan.
Kami bukan dokter, tetapi untuk sekadar menyatakan bahwa anak-anak kurang sehat dan mengalami minor dalam hal pangan rasanya tidak sulit. Keadaan fisik mereka sudah menunjukkan hal itu.

MARI KITA MENGAMBIL PERAN
Yayasan Odesa Indonesia bersama mitra dari Jakarta untuk membangun sarana MCK yang akan digunakan secara komunal, melayani belasan rumah tangga di sini. Semoga pertengahan Oktober 2018 ini sudah selesai tuntas semuanya.

Lingkungan yang kumuh, ketiadaan air untuk air minum yang sehat dan juga pemenuhan untuk mandi dan cuci perabotan dapur, termasuk pakaian sudah memperlihatkan hal itu. Dengan kondisi kering dan sanitasi kumuh itu, mereka tidak mendapatkan air bahkan untuk minimal 30 liter setiap hari. Sementara yang ideal minimal setiap orang harus mendapatkan 60 liter air bersih setiap hari. Apalagi untuk urusan ternak dan tanaman sekitarnya, mestinya air harus melimpah supaya kesehatan mereka lebih baik.

Perlu disampaikan, sebenarnya sumber air di kawasan perbukitan itu selalu ada, tetapi karena masalah kemiskinan dan tidak ada kepemimpinan kultural yang kuat serta tidak adanya perhatian negara sejak lama sehingga masalah air tidak mendapatkan perhatian serius. Terbukti dalam pembangunan kegiatan Odesa dengan adanya kepemimpinan, mereka bisa melakukan gotong-royong.

Melihat kenyataan ini, Odesa Indonesia memiliki program pembaharuan kampung Cikored. Langkah terbaik yang kami akan pilih adalah bertani pekarangan dan bertani ladang untuk menghasilkan pangan berkualitas. Kami akan galakkan belasan petani secara bertahap dengan budidaya Kelor, Sorgum, Hanjeli, dan jenis-jenis tanaman obat pekarangan lainnya. Standar FAO/PBB akan kami terapkan untuk menjawab problem kekurangan pangan. Tahap pertama sebelum ke arah itu tentu saja harus diselesaikan masalah airnya. Sudah kita mulai, sambil terus dimaksimalkan sampai semua rumah tangga di Cikored bagian tengah (kurang lebih 60 KK) terpenuhi sanitasinya.

SEKARANG MEREKA PERLU DIKIRIM BERAS, PAKAIAN LAYAK PAKAI DAN BANTUAN SEKOLAH

Di luar itu kita butuh aksi amal yang konkret, yaitu mengirimkan bantuan pangan, terutama beras, dan makanan bergizi lain sebelum mereka panen tahun depan. Untuk kebutuhan pakaian layak pakai (bekas atau baru) juga sangat diperlukan, termasuk perlu dibantu alat tulis dan kebutuhan sekolah anak-anaknya. Khusus kebutuhan anak-anak sekolah SD hingga SMP ada 112 anak.

UNTUK BERAS: Secara makro kebutuhan beras masing-masing untuk 20 Keluarga yang paling membutuhkan di Cikored (Total setiap bulan membutuhkan 600 kg x Rp 12.000= Rp 7.200.000 x 10 bulan = Rp 72.000.000).

Kegiatan amal ini sangat diperlukan sebelum mereka menghasilkan tahapan-tahapan proses usaha tani yang membutuhkan pendampingan dua hingga tiga tahun. Bagi yang ingin berderma, silahkan Hubungi penggurus Odesa Indonesia. Menerima bantuan dalam bentuk beras, pakaian layak pakai, alat sekolah. Untuk finansial bisa melalui Rekening Yayasan 763701000854506. Kode transfer 205.
Situs web http://odesa.id

Ibu Nina Danny Natawidjaja: 087821950952 (Koordinator Amal Sosial Cikored)
Bapak Budhiana Kartawijaya 0818611702 (HU.Pikiran Rakyat)
Bapak Enton Supriyatna 081320132614 (HU.Pikiran Rakyat)
Bapak Baiquni 081809032100 (PT.Mizan Media)
Bapak Basuki Suhardiman 085793701482 (Comlabs ITB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *