fbpx

Wabah Corona dan Literasi Anak-Anak Desa Bandung Utara

Situasi Corona tak hanya mengubah situasi kehidupan di perkotaan Bandung. Di pinggiran kota Bandung sebelah utara, tepatnya di Kecamatan Cimenyan, anak-anak desa juga terhambat urusan belajar. Lain ladang lain belalang. Lain anak kota, lain pula anak desa.

Di kota-kota banyak anak yang masih bisa berkesempatan belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hampir semua anak-anak kota juga mampu mengakses internet. Sedangkan di jarak 4 hingga 15 km dari Perkotaan Bandung, situasi desa nyaris tanpa teknologi informasi.

“Satu bulan lebih berhentinya sekolah, anak-anak di desa sini banyak yang hanya main-main di jalan, sawah atau tegalan. Berhenti sekolah bukan lantas belajar karena orangtuanya kebanyakan juga tidak peduli. Tahu libur ya sudah,” kata Abdul Hamid, Relawan Sekolah Samin Yayasan Odesa Indonesia, Minggu 26 April 2020.

Pagi hingga sore hari, Hamdi bersama relawan lain, Yayan Hadian, Huda dan Misbah mengangkut tak kurang dari 100 buku. Dengan kendaraan Panther tuanya mereka keliling ke 6 kampung perbukitan. Pada setiap kampung itu sejak 2 tahun Sekolah Samin (Sabtu Minggu) sudah aktif digalakkan Odesa Indonesia sebagai gerakan perbaikan sumber daya manusia melalui pedampingan literasi.

Di Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan mereka membagi buku pada anak-anak. Setelah itu mereka pindah ke kampung Singkur yang jaraknya sekitar 2 km. Lalu pindah ke Cisanggarung dan Cikored dengan jarak yang kurang lebih sama.


Berlanjut kemudian mereka naik ke perbukitan di Desa Cimenyan menemui anak-anak sekolah samin di Kampung Merak Dampit yang berada 1 km dari Puncak Bintang Cimenyan.

“Kami mendatangi mereka satu persatu supaya mereka tetap belajar. Tidak berkerumun dan tertib,” kata Hamid.

Menurut Hamid, program kegiatan literasi ini sangat diperlukan anak-anak desa. Bacaan disiapkan dengan melihat kemampuan dan usia. Beragam bacaan yang memiliki nilai edukatif dipilih. Kebanyakan bacaan pada minggu ini berupa fiksi.

“Fiksi-fiksi yang berkarakter sangat bagus untuk membangun imajinasi dan kreativitas anak. Mereka senang dengan buku cerita,” lanjut Hamid.

ANAK-ANAK DESA KECANDUAN BUKU

“Sekarang saya mau pinjam tiga buku,” kata Alena seusai menceritakan kembali buku yang telah ia baca.
Anak kelas SDN Mekar Jaya Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan itu telah menyelesaikan dua buku yang dipinjam pekan sebelumnya. Bacaan yang paling menarik perhatiannya adalah cerita nabi.

Sebelum meminjam buku yang baru, Alena dkk. diberi kesempatan untuk menceritakan isi buku yang telah dibaca. Banyak anak menilai isi bukunya menarik. Adapula yang menilai kurang menarik, sehingga memicunya untuk mencari buku yang lebih seru.

Partisipasi kegiatan ini mengundang perhatian para orang tua anak. Di Kampung Singkur, anak-anak datang dengan ibu mereka. Para orang tua itu kemudian menyaksikan langsung bagaimana anak-anaknya mengulas buku yang telah dibacanya. Kemudian sebagian dari mereka membaca bersama di teras rumahnya.odesa.id

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: