fbpx

Corona Berlangsung Lama, Saatnya Kita Menanam

Apa jadinya jika krisis ekonomi dampak Corona (Covid-19) ini berlangsung lama?

Di seluruh penjuru dunia, hampir semua sektor ekonomi mengalami penurunan. Pengangguran merajalela. Dampak sosial pun nyata di depan mata. Salahsatu harapan terbuka justru pada sektor pertanian. Tentu bukan karena bidang pertanian menjanjikan laba finansial, melainkan lebih pada laba pangan yang bisa menghindari orang dari kesulitan membeli makanan.

Dengan mengutamakan prinsip “Tanam lalu Makan”, itu artinya seseorang telah mempersiapkan untuk hidup lebih aman. Aman dari kekurangan makanan, aman dari kelaparan, dan yang paling realistis adalah aman dari pemborosan belanja.

Panen Kelor Melimpah. Selain dijual, sebagian besar didermakan untuk memasok gizi warga Cimenyan di “musim” Corona.

BAGI YANG INGIN BERDERMA UNTUK KAUM PAPA BISA MENYALURKAN LEWAT PEDULI SEHAT

Yayasan Odesa Indonesia dengan Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci), di Bandung telah memiliki prinsip menggerakkan pertanian yang realistis. Pertanian yang digagas berangkat dari usaha mencukupi hidup orang-orang miskin. Yang dikejar pertama adalah membangun tradisi usaha pangan yang kuat bagi rumah tangga. Hal tersebut ditegakkan oleh usaha tani pekarang, tani ladang kecil intensif. Jenis-jenis tanaman panganpun dipilih. Tujuannya adalah menghasilkan gizi prima dan memperbaiki lingkungan.

Dengan menanam kelor, sorgum, hanjeli, bunga telang, pepaya, sayuran caya dan beberapa jenis tanaman pangan lain para petani merasakan perbaikan dari usaha-usaha kecilnya. Bibit-bibit tanaman distabilkan supaya petani bisa berkelanjutan mendapatkan akses bibit guna mengembangkan tanaman.

Yayan Hadian (23 tahun) Ketua Grup Pertanian Taoci saat ini terus mengurus puluhan petani dengan kemandirian benih dan mengatur siklus tanaman pangan secara rutin. Bahkan saat ini terdapat ribuan petani yang sudah menanam kelor di pekarangan maupun ladang sebagai tujuan penghasil gizi keluarga.

“Benih sorgum, benih hanjeli, benih kelor, benih bunga telang dan beberapa bibit tanaman lain terus kita rawat karena ini merupakan modal kita bergiat menggerakkan para petani,” kata Yayan Hadian.

Menurut Yayan Hadian, Grup Pertaniannya terus berperan memodali para petani kecil di pinggir Kota Bandung dengan benih atau bibit tanaman. Sebagian benih dan bibit juga sering dijual pihak luar. Ada benih sorgum, benih hanjeli, benih (biji kelor), benih bunga telang dan lain sebagainya.

BENIH-BENIH TANAMAN PANGAN SEHAT BERGIZI TINGGI REKOMENDASI FOOD AND AGRICULTURE ORGANISASI PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA Akses Benih Pertanian Bergizi

CAYA: SAYURAN BERGIZI MENCEGAH EROSI COCOK DITANAM DI PEKARANGAN Caya Bergizi untuk sayuran keluarga Anda

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: