fbpx

Aksi Tanam Setiap Pekan, dilakukan Setelah Subuh

Gerakan Tanam Tiap Pekan kali ini dilakukan pada pagi hari. Jam 05.00 pemilihan bibit tanaman dilakukan. Pukul 06.10 kegiatan tanam dimulai di pinggir jalan Waas Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, sekitar 1 km dari kawasan Hutan Oray Tapa.

Aksi tanam jumat dilakukan setelah subuh karena para relawan Yayasan Odesa Indonesia punya banyak kesibukan urusan pertanian ladang dan urusan kegiatan sosial lainnya. Sementara aksi tanam telah diwajibkan yayasan dilakukan setiap hari jumat.

“Kalau jam siang kami harus ke ladang. Ada yang mengurus pembibitan, ada yang mengurus lahan, ada juga yang merawat tanaman. Sementara mahasiswa juga punya kesibukan pada siang hari. Karena itu kami harus memastikan kegiatan itu berjalan,” kata Yayan Hadian, Ketua Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan yang kali ini memimpin kegiatan aksi tanam.

Yayasan Odesa Indonesia sepanjang musim hujan terus melakukan kegiatan tanam pohon di Kawasan Bandung Utara dengan mengambil konsentrasi kegiatan di area kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Bibit-bibit tanaman buah seperti nangka, sukun, sirsak, jambu air, jambu monyet, jengkol, pete cukup mendominasi. Selain itu juga ditanam pohon mahoni, kayu putih dan lain beberapa jenis tanaman lainnya.


Selain aksi tanam pohon di pinggir jalan, seperti biasanya, Yayasan Odesa Indonesia juga membagikan bibit tanaman kepada petani agar ditanam di ladang guna mengisi kekosongan pohon akibat pertanian monokultur sayuran.

“Banyak orang bilang petani menolak pohon. Itu salah besar. Setiap kami aksi, selalu ada yang minta. Bahkan kalau dipenuhi permintaannya setiap minggu bisa 5.000 bibit buah pun terserap,” kata Yayan Hadian.

Bibit tanaman yang ditanam di area pinggir jalan maupun yang dibagikan kepada para petani tersebut merupakan hasil penggalangan donasi bibit yang dilakukan oleh Yayasan Odesa Indonesia.

Tujuannya adalah memenuhi permintaan petani yang bersedia menanam pohon buah-buahan di ladang atau pekarangannya. Menurut Yayan Hadian, banyak petani yang sejak lama mendampakan bibit pohon buah-buahan, tetapi tidak pernah petani mendapatkan karena bibit terlalu mahal dan harus didapatkan dari tempat yang jauh.

“Kalau mau mengajak penghijauan petani itu mudah caranya. Kita pahami dulu keinginannya. Mereka mau menanam pohon buah-buahan, merawatnya serius dan bahkan banyak yang sudah mulai panen dengan apa yang kita bagikan sejak tahun 2016 lalu,” kata Yayan.[odesa.id]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: