fbpx

Transformasi Sosial ala Tan Shot Yen: Gizi, Sanitasi dan Literasi

Yayasan Odesa Indonesia kehadiran narasumber Dr.dr Tan Shot Yen (Minggu, 26 Januari 2020).

Kehadirannya di Yayasan Odesa Indonesia dalam rangka berbagi ilmu dan pengalaman kerja pendampingan masyarakat lapisan bawah, terkait dengan tiga persoalan; sanitasi, gizi dan literasi.

Di hadapan para relawan Mahasiswa, Pengurus dan Petani, Ahli Gizi tersebut berada di Odesa Indonesia sejak pagi hingga sore hari. Sebelum presentasi ia menyempatkan kunjungan ke salahsatu keluarga Pra-Sejahtera di salahsatu Kampung di Kecamatan Cimenyan, tempatnya kegiatan Odesa Indonesia melakukan pendampingan sanitasi, literasi dan pertanian.

Minggu 26 Januari 2020 dr tan bersama Suaminya, Shinse Henry Remanlay melihat keadaan salahsatu kampung yang menjadi kegiatan Yayasan Odesa Indonesia di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Masalah makanan bergizi untuk keluarga petani adalah skala prioritas yang harus diperhatikan. Kasus di Odesa Indonesia di mana petani hanya menjual hasil pertaniannya sementara mereka sendiri tidak mengonsumsi ini terjadi di hampir seluruh Indonesia. Zaman dulu orangtua petani sudah melakukan hal yang baik, yaitu memanen dan memakan baru berpikir dijual. Tapi sekarang terjadi perubahan. Maka melakukan yang dulu pernah dilakukan adalah bagian dari usaha kita untuk perbaikan gizi,” papar dr Tan Shot Yen.

Minggu 26 Januari 2020 dr tan melihat keadaan sanitasi keluarga petani pra sejahtera di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Sekalipun Toilet sudah dibangun secara permanen, perilaku kebersihan masih belum memuaskan karena terhubung dengan masalah kandang ternak, tanah terbuka yang becek di musim hujan, dan juga mentalitas. Lanjutkan pendampingan!

Menurut Tan, selain pangan bergizi, masalah sanitasi harus menjadi prioritas. Apa yang dilakukan Odesa Indonesia mengurus sanitasi dengan membangun sarana Mandi, Cuci dan Toilet (MCK) harus dilanjutkan karena percuma kalau makanan bergizi tapi sanitasinya buruk. Terkait dengan sanitasi tentu juga bukan masalah pembangunan fisiknya, melainkan pembangunan sumber daya manusianya.

“Saya berharap Odesa Indonesia tidak sekadar menjadi lembaga charity yang hanya bekerja gaya sinterklas. Barangkali orang miskin membutuhkan derma dari bantuan itu penting, tetapi setelah dikasih ikan, kalian harus memberikan kailnya supaya mereka bisa mendapatkan ikan sendiri,” tegas dr Tan.

Transformasi Sosial
Masalah Sanitasi, Pangan dan Literasi merupakan program penting Odesa Indonesia dalam memberikan pelayanan terhadap warga masyarakat perdesaan di Kawasan Bandung Utara.

Melibatkan relawan dari perkotaan dan para petani, Odesa Indonesia terus melakukan peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan. Karena alasan ini, Yayasan Odesa Indonesia mengundang Dr.dr Tan Shot Yen, seorang ahli gizi yang juga memiliki banyak pengalaman dalam mendorong perubahan masyarakat di lapisan bawah.

dr Tan Shot Yen dan Suaminya, Sinshe Henry Remanlay berfoto bersama setelah kegiatan Relawan Odesa Indonesia.
Masalah Gizi, Sanitasi dan Literasi menjadi topik penting dalam gerakan transformasi sosial perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia. dr Tan banyak memberikan gagasan, panduan dan visi besarnya untuk bekal para relawan.

Masalah Gizi, Sanitasi dan Literasi menjadi topik penting dalam gerakan transformasi sosial perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia. dr Tan banyak memberikan gagasan, panduan dan visi besarnya untuk bekal para relawan.

Pada pertemuan tersebut dr.Tan Shot Yen juga menyampaikan model-model pendekatan sosial untuk mengawal perubahan. Model transformasi sosial dengan pendampingan yang disampaikan dr.Tan memperkaya pemikiran para relawan karena dirumuskan secara visioner dan praktis. Beberapa hal yang penting dicatat dalam pendekatan kerja transformasi antara lain:

1). Bangun Rasa “Segera” berbasis identifikasi masalah dan merumuskan masalah yang paling potensial untuk diambil dalam tindakan.

2) Bangun kerjasama “Stake Holder’s dan dukungan keluarga/orang terdekat.

3) Ciptakan Visi yang jelas terinci secara jelas, masuk akal, terjangkau dan dapat diukur.

4) Komunikasikan visinya ; deklarasikan tujuan jangka panjang untuk memotivasi siapapun yang terlibat. Deklarasikan juga cara bersikap untuk mencapai tujuan.

5) Berdayakan orang lain untuk mengambil jalan sesuai Visi yang sudah kita tentukan. Tindakannya adalah menularkan nilai ke orang lain untuk melihat pentingnya berbuat seperti Anda. Mengijinkan orang lain mengambil langkah sama untuk mencapai tujuan; kemudian menciptakan kredibilitas menciptakan momentum untuk keseluruhan visi.

6) Ciptakan kemenangan-kemenangan kecil ; gol jangka pendek berguna untuk mendorong tindakan. Jalankan tindakan secara efektif. Uraikan masalah hingga komponen detil dalam setiap mengatasi dilema. –Abdul Hamid/Odesa.id

Menyehatkan Keluarga Petani Membangun Toilet

Angin Perubahan dari Perbukitan Cimenyan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: