Pembibitan Sebagai Syarat Dasar Perbaikan Kawasan Bandung Utara

Oleh Herry Dim. Budayawan. Pelukis. Pengurus Odesa Indonesia.

DARI BENIH MENJADI BIBIT. DARI BIBIT TERJUNKAN KE LADANG MENJADI POHON.
Kami Harus Melakukan ini. Pembibitan. Mengapa?

Bandung Utara dilanda krisis hebat. Puluhan tahun pembangunan perumahan, villa, lapangan golf, hotel, dan restoran berjalan mulus dan merusak ekosistem. Begitu juga lahan pertanian. Rusak karena model monoculture sayuran.

Bandung Utara butuh jutaan pohon. Semua sepakat dengan pohon sebagai solusi. Tetapi begitu eksekusi pelaksanaan jumlah pohon selalu sedikit. Gerakan seremoni tidak mengubah keadaan karena seremoni adalah minimalis. Durasi menanam hanya sekian jam dengan jumlah bibit yang sedikit. Dan urusan mendapatkan pohon butuh gerakan bersifat tahunan.

Saya belajar dari petani di Yayasan Odesa Indonesia Bandung, tentang kebutuhan pertanian mereka. Salahsatu problem gerakan perluasan tanaman ramah lingkungan adalah soal ketiadaan pembibitan. Setiapkali hendak menanam pohon, bibit selalu kurang. Setiap hendak belanja, ongkos kirim dan harga begitu mahal. Solusi ini kemudian harus dijawab dengan kemampuan memiliki bibit sendiri.

Pak Basuki Suhardiman (ITB) sejak 2016 selalu menyediakan bibit dari petani kopi dari petani yang diorganisir. Sejalan dengan meluasnya gerakan pertanian ramah lingkungan Odesa Indonesia, bibit tanaman pertanian selalu kurang. Lalu dibukalah pendidikan pembibitan bagi pemuda tani. 5 pemuda tani mendapat kerja praktis model pembibibitan bersamaan itu juga digerakkan pembibit tanipekarangan sejumlah 18 petani.

Dan akhir tahun ini, selain menggenjot puluhan ribu bibit untuk petani supaya ditanam di ladang, Kelompok Tani Makmur Cikadut disuport dengan manajemen kerja gotong royong padat karya untuk membibit tanaman kelor, kopi dan beberapa jenis tanaman keras buah.

Ini adalah langkah strategis karena di sekitar Bandung Utara akan mendapat bibit lebih banyak, sebagian gratis sebagian membeli dengan harga murah. Berguna juga bagi warga kota bandung yang membutuhkan bibit karena selama ini bibit tanaman didatangkan dari luar daerah.

SETIAP DESA HARUS ADA PEMBIBITAN TANAMAN
Untuk menjawab problem erosi Bandung utara itu mestinya setiap desa memiliki basis pembibitan pertanian. Dengan dekatnya dengan pembibitan, harga bibit bisa lebih murah karena mahalnya harga bibit bukan pada bibit itu sendiri, melainkan pada transportasi dan biaya perawatan. Jika pembibitan dekat dengan pertanian, kita bisa menghemat biaya antara 40 hingga 60 persen.

Petani adalah aktor penentu gerakan pembibitan. Maka dari basis kerja pembibitan itulah petani harus memulai. Mereka tidak mulai dari nol karane kapasitas mereka cukup mumpuni dalam hal mengurus tanah, pupuk, dan benih. Mereka adalah aset bangsa karena dari kerja keras mereka itulah problem lingkungan bisa diatasi. Aset mereka harus dipelihara dan dirawat, serta dikembangkan. Ilmu pengetahuan berupa wawasan dan manajemen kerja harus dikuasi petani. Tidak susah karena semua hal yang berkaitan dengan dunia pertanian pra-panen lebih mudah. Lain halnya nanti dalam urusan pasca panen.

Jadi kalau mau menjawab problem Bandung Utara, langkah strategisnya adalah mendorong petani berkelompok membibitkan sendiri. Model gerakan sosial dipatenkan, sekaligus juga di situ didorong berwirausaha pertanian dari pembibitan. Agar petani berdaya dan menemukan jalan keluar!

Jenis-Jenis Tanaman pertanian yang dibutuhkan petani:
-Kelor,Nangka, Sukun, Alpukat,Sirsak, Durian, Jeruk, Pete, Jengkol,Surian, Kersen, Cendana, Cempaka, dll.

2 tanggapan untuk “Pembibitan Sebagai Syarat Dasar Perbaikan Kawasan Bandung Utara

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: