Pemuda Garut Belajar Pembibitan Herbal dan Tani Pekarangan

Selasa, 26 November Yayasan Odesa Indonesia menerima kegiatan pelatihan pertanian dari Garut. Ada 9 peserta terdiri dari Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Garut (KNPI), petani penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Sukanegla Kecamatan Garut Kota, dan Pegiat Lingkungan Desa Sindangsuka Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut.

Belajar Pertanian Pekarangan Tanaman Herbal di Kantor Yayasan Odesa Indonesia Cisanggarung Desa Cikadut Bandung.

Mereka belajar tentang tanaman pangan sehat dan bergizi secara aplikatif. Di kantor Yayasan Odesa Indonesia Cisanggarung Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung itu mereka langsung mempraktikan budidaya tanaman herbal kelor dan tanaman bergizi lain seperti sorgum, hanjeli, termasuk belajar tentang pasca panen kopi.

Kegiatan Pertanian Odesa Indonesia dilaksanakan sebagai edukasi yang ilmiah sekaligus praktis diterapkan petani keluarga miskin. Butuh strategis khusus.

Tujuan pembelajaran ini sebagai wanaha untuk praktik langsung di masing-masing kampung halamannya. Dari para peserta ini rencananya akan bergiat membudidayakan tanaman pangan yang sehat dan bergizi. Target konkretnya untuk kegiatan tani pekarangan, penyebarluasan pembibitan kelor, hanjeli, sorgum dan diarahkan untuk pengembangan pertanian ramah lingkungan.

Kelor adalah tanaman pangan sumber gizi penting bagi rakyat. Harus dipelajari dan dikembangkan dengan strategi khusus karena hal ini merupakan hal yang tergolong baru.

Dari Yayasan Odesa, Miftahul Huda, Rizki dan Hamid menjadi fasilitator kegiatan sehari penuh. Malam harinya para peserta belajar bersama dengan Fasilitator kewirausahaan pertanian bersama Basuki Suhardiman, Pembina Yayasan Odesa Indonesia dan Peneliti di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kami butuh model gerakan pertanian untuk keluarga petani kecil. Model budidaya tanaman pekarangan kami rasa sangat penting digerakkan karena paling realistis diterapkan di masyarakat, terutama petani yang belum tentu memiliki ladang,” kata Fujia, pendamping Program Keluarga Harapan yang juga ikut aktif dalam kegiatan tersebut.

Fujia punya harapan nantinya di Garut berkembang kegiatan pertanian pekarangan dan pertanian ladang yang ramah lingkungan, mendukung peningkatan gizi, dan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi keluarga petani kecil. Budidaya kelor, hanjeli, sorgum dan tanaman herbal lainnya perlu disebarluaskan di Garut karena sejauh ini di Kabupaten Garut masih langka pengembangan pertanian herbal. []

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: