Herry Dim: Kawasan Bandung Utara Butuh 10 Juta Pohon

Membawa bibit kepada petani di lahan erosi Kawasan Bandung Utara merupakan langkah kemanusiaan yang penting saat ini. Menurut Herry Dim, hal itu merupakan syarat mendasar untuk menyelamatkan jutaan nyawa manusia di Bandung Raya dari ancaman bencana banjir air, banjir lumpur dan banjir sampah.

Herry Dim berbicara hal itu sebagai Koordinator Divisi Revitalisasi Sumber Daya Alam Yayasan Odesa Indonesia Bandung, yang selama beberapa tahun belakangan ini bergiat aktif mendampingi para petani di Kawasan Bandung Utara.

herry-dim-yayasan-odesa-indonesia “Kami di Odesa Indonesia melihat dua persoalan besar melanda Bandung Raya. Pertama soal kemiskinan petani yang disebabkan oleh ketidakadilan negara. Kedua, soal kerusakan alam baik yang disebabkan alih fungsi hutan atau pertanian monokultur, yang telah menyebabkan banjir air, lumpur dan sampah,” katanya pada 8 November 2019.

Banjir Bandung, Perbukitan Cimenyan Butuh Tanaman Kopi

Dari pengalaman gerakan pendampingan petani dan praktik pertanian polikultur ramah lingkungan, Herry Dim dkk. di Yayasan Odesa Indonesia optimis langkah ini mampu memperbaiki keadaan. Syarat utama yang dilakukan adalah para penggerak itu masuk langsung kepada keluarga petani dan akrab bersama mereka, juga menyusun agenda kerja bersama.

Puluhan Karyawan PT Selamat Sempurna Tbk menanam bibit kelor, durian, sukun, dan tanaman keras lainnya bersama para petani di Cisanggarung, Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung (21/9/2019).

“Orang pikir petani sulit diajak berubah. Padahal bisa saja, dengan catatan: jangan menyerukan larangan pada budidaya sayuran, melainkan menambahkan tanaman lain untuk menopang ekonomi mereka,” jelas Pelukis kenamaan yang tinggal di Cibolerang Kota Bandung itu.

Menurut Herry, tanaman tambahan untuk petani tersebut misalnya bibit kopi dan kelor. Bibit yang diberikan oleh Yayasan Odesa Indonesia secara cuma-cuma itu diterima petani hingga saat ini. Dampaknya, petani juga tertarik dengan tanaman lain seperti bibit sukun, hanjeli, sorgum, sirsak, mahoni, nangka dan lain-lain.

Karena alasan itu, Herry Dim menyerukan agar warga perkotaan memiliki empati kemanusiaan pada petani. Dengan membawa program bibit seperti durian, kopi, sukun, nangka, bambu, kelor, sirsak dll, otomatis akan memperbaiki Kawasan Bandung Utara. Menurutnya, Yayasan Odesa Indonesia sudah beberapa kali bekerjasama dengan pihak di perkotaan yang menaruh perhatian ini.

Peran Sosial Perusahaan untuk Keluarga Miskin

“Beberapa perusahaan atau karyawan berbakti sosial untuk kaum tani. Mereka lantas bermusyawarah dengan pihak Odesa Indonesia, dan mengambil kesimpulan tindakan praktis berkebun bersama. Satu Hari para donatur itu menyatu dengan para petani bercocok tanam. Selanjutnya nanti petani yang merawatnya. Ini langkah yang baik,” jelasnya.

karyawan-bpjs-menanam-bersama-petani-odesa
BPJS Ketenagaan Kanwil Jabar terjun langsung menanam tanaman pangan untuk cegah erosi bersama petani bidaan Yayasan Odesa Indonesia, Tardi di Cisanggarung, Cikadut, Cimenyan, Kabupaten Bandung (12/9/2019).

Herry Dim menambahkan, bahwa Kawasan pertanian Bandung Utara yang setiap kemarau berubah menjadi padang pasir itu harus diantisipasi dengan program tanam setiap musim hujan.

“Untuk berubah lebih baik, setidaknya Bandung Utara harus ditanam segera 10 juta pohon. Itu sangat mungkin karena lahan yang harus untuk kawasan lindung dan pertanian lebih 25.000 hektar. Untuk Kawasan Cimenyan dan Cilengkrang Yayasan Odesa Indonesia pernah menghitung butuh sekitar 2-3 juta pohon yang bisa ditanam di area pertanian maupun area Kawasan Lindung,” kata Herry. [] Hamid

Wujudkan Mimpi Mang Toha Mengubah Nasib Petani

Ada Padang Pasir di Sebelah Utara Kota Bandung

Satu tanggapan untuk “Herry Dim: Kawasan Bandung Utara Butuh 10 Juta Pohon

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: