Herry Dim: Banjir Bandung, Solusinya Agroforestry

herry-dim-yayasan-odesa-indonesia Setiapkali banjir di Kota Bandung, kebanyakan orang hanya berpikir soal sampah dan saluran air. Hal tersebut tidak salah, tetapi seyogyanya orang, terutama pemerintah harus serius melihat akar-akar masalah yang bersumber dari hulu.

“Di Odesa Indonesia, kami melihat bagaimana hulu, yaitu hutan dan huma di Kawasan Bandung Utara telah hilang berganti hunian dan juga pertanian yang tidak ramah lingkungan. Pohon-pohon ditebangi diganti hunian dan pertanian monokultur sayuran,” kata Herry Dim, Koordinator Revitalisasi Sumber Daya Alam Yayasan Odesa Indonesia, Jumat 8 November 2019.

Banjir Bandung, Karena Air Tak Lagi Kerasan di Bukit Cimenyan

Menurut Pelukis Herry Dim, petani tidak salah karena mereka berekonomi dengan kemampuan yang ada. Keadaan mereka menurut Herry Dim harus dimaklumi karena ketidakpengetahuan alternatif ekonomi. Dengan keadaan yang ada bagaimanapun petani tetap berkontribusi sebagai penyedia pangan. Apalagi sebagian besar para petani tersebut statusnya hanyalah penggarap dari tanah yang telah dimiliki orang kota.

“Yang terus terang harus dikatakan adalah bahwa ketika melihat kerusakan tersebut mestinya pemerintah punya strategi mengentaskan masalah, bukan mendiamkan, apalagi hanya mengatakan ketidakmampuan. Sementara kami di Odesa Indonesia melihat bahwa para petani sebenarnya senang diajak bertani ramah lingkungan dengan standar pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa sekalipun,” kata Herry menegaskan.

Para petani di Cimenyan menurut Herry Dim, bisa diajak komunikasi dan mau melakukan tindakan-tindakan yang selama ini diduga sulit dilakukan. Mereka bahkan sering meminta bibit ke Odesa Indonesia untuk mengembangkan tanaman-tanaman tegakan yang pohonnya bisa menyelamatkan erosi.

pembibitan-odesa-indonesia
Beragam Bibit Pertanian dibutuhkan Para Petani karena petani mengerti tidak semua area tanah bisa ditanami jenis tanaman sayuran.

Undangan Pertemuan Kedermawanan Sosial, Agroforestry dan Literasi

“Bulan November ini misalnya, ratusan petani meminta bibit kelor, nangka, sukun, alpukat, juga mau menanam sorgum, hanjeli. Ini di luar dugaan kebanyakan orang. Petani kami di Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci) bisa membuktikan itu karena komunikasinya berjalan baik di kalangan petani. Berbeda dengan model pemerintah yang tidak pernah turun langsung ke lapangan,” kata Herry Dim.

yayan-hadian-agroforistry
Yayan Hadian, Pemuda 23 penggerak pertanian Agroforestry. Setiap bulan ia membibit lebih 15.000 bibit pertanian dan menanam ribuan pohon bersama para petani di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Karena alasan itu, menurut Herry Dim, penting warga kota menjalin solidaritas dengan petani, yakni melakukan tindakan kebersamaan menanam pohon yang menguntungkan secara ekonomi bagi petani dan juga menguntungkan secara sosial dengan tanaman pohon besar agar lingkungan hidup tetap terjaga.

“Pemerintah terlalu kaku dan tidak punya inisiatif melakukan terobosan sehingga kami di Odesa Indonesia memilih mengajak solidaritas warga perkotaan untuk berempati terhadap masalah kemanusiaan melalui gerakan pertanian karena dengan pertanian wanatani atau agrogforestry nantinya ekonomi petani akan meningkat dan keselamatan lingkungan setahap demi setahap akan membaik,” jelasnya.[] Hamid

Dukung Para Petani Menanam Pohon Agroforestry

Kawasan Bandung Utara Butuh 10 Juta pohon

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: