Berjuang Bersama Jajang: Bertani Agroforestry Mengatasi Erosi

Kawasan Bandung Utara telah rusak karena alih fungsi lahan untuk hunian dan pertanian tidak peduli lingkungan. Erosi merajalela. Butuh perjuangan yang ekstra.

BANYAK petani berkegiatan menanam sebatas untuk target ekonomi. Akibatnya mereka menanam tanaman jangka pendek seperti sayuran. Sejak Yayasan Odesa Indonesia berdiri tahun 2016, tradisi baru muncul.

Memasuki rangkaian kerja tahun ketiga, awal musim hujan November 2019 ini, banyak petani di Desa Cikadut dan Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung mulai menanam pohon besar seperti Kelor, Jeruk, Rambutan, Nangka, Sukun, Durian, dan Sirsak.

Ribuan bibit kopi telah disebar lebih 100.000 bibit sejak tahun 2016. Begitu juga dengan tanaman kelor dan beberapa jenis tanaman buah, jumlahnya sudah lebih mencapai 300.000 dalam 3 tahun.

Yayan Hadian. Penggerak Agroforestry Bandung Utara.
Salahsatu yang menarik adalah kiprah seorang Pemuda Lulusan SMK bernama Yayan Hadian (23 Tahun). Mantan pekerja cleaning service dan pernah menjadi kernet truk ini, sejak bergabung bersama Odesa Indonesia tahun 2018 lalu, sangat aktif menggerakkan petani bercocok tanam dengan prinsip kepedulian lingkungan.

Mengapa petani mau menanam pohon? Menurut Yayan Hadian sebenarnya para petani itu suka pepohonan, tapi tak pernah ada bibit. Sesekali mereka membeli, tapi bukan prioritas. Apalagi dikasih gratisan seperti yang dipraktikkan sekarang ini.

“Petani di sini banyak yang butuh bibit. Diajak menanam pohon pun mau. Syaratnya ketersediaan bibit itu ada dan tepat waktu saat awal musim hujan,” kata Yayan, Sabtu, 16 November 2019.

Gratis itu penting karena petani sudah punya kesediaan bekerja. Tujuan Yayasan Odesa Indonesia adalah supaya erosi di Bandung Utara teratasi.

“ Ini bukan kegiatan asal-alasan sekadar hijau-hijauan atau hobi, tapi punya target menjawab problem lingkungan,” kata pria yang akrab dipanggil Jajang itu.

Menurut Yayan, menanam pohon di Cimenyan berarti menyalamatkan kehidupan perkotaan Bandung yang sering dilanda banjir air, banjir sampah dan banjir lumpur. Ia punya target tahun 2019 ini 30.000 pohon tanaman agroforestry menyebar di ladang pertanian. Dan 8000 pohon kelor ditanam di pekarangan warga untuk tujuan sumber pangan bergizi dan penghijauan sekaligus. [Naskah Abdul Hamid/ Foto Abdul Hamid/Rizky Aliza Odesa Indonesia]

Bandung Utara Butuh 10 Juta Pohon

“Lahan gundul jadinya banjir sampai menelan korban. Karena itu kita mau tanami kembali sekalian agar para petani lebih sejahtera.” DONASI HIJAU SECARA MUDAH KLIK Sumbang Bibit Penghijauan Petani

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: