30 Petani Cikadut Bandung Bergiat Membibit Kelor dan Kopi

Kawasan Bandung Utara selain rusak oleh pembangunan tanpa kendali, juga rusak oleh pertanian monoculture. Banyak lahan pertanian sayuran yang tak menyisakan pohon tinggi sehingga erosi merajalela.

Memperhatikan itu, sekelompok Pemuda Desa Cikadut dari Organisasi Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan(Taoci) mengagendakan kegiatan pembibitan tanaman kopi arabica, kelor dan sejumlah pembibitan tanaman lain seperti sukun, sirsak, nangka, hingga sorgum dan hanjeli.

Ketua Taoci Yayan Hadian, 23 tahun, mengatakan, program pembibitan dianggap penting karena dengan memiliki bibit sendiri para petani akan lebih mudah dan murah mendapatkan bibit dari lingkungan terdekat. Selama 2 pekan, ia akan melibatkan 30 petani pun terlibat dalam sebuah area pembibitan, bekerja bersama untuk membentuk pengalaman kerja bersama.

“Pembibitan membutuhkan kesabaran satu tahun. Tetapi dari hasilnya kita bisa lebih banyak menghasilkan tanaman. Ratusan petani di Cikadut membutuhkan bibit tanaman kelor, kopi dan juga tanaman buah. Harapan saya dan teman-teman, tahun depan kita bisa menanam lebih banyak,” kata Yayan Hadian memimpin kegiatan para petani.

Yayan Hadian menambahkan, program November hingga desember tahun 2019 ini berkonsentrasi pada pembibitan dan menyebarkan bibit kepada petani secara gratis kepada para petani. Menurutnya, tahun ini ia sudah menyebarkan sekitar 12.000 bibit kelor, dan 8.000 bibit tanaman buah kepada petani.

Tahun depan ia berharap bisa menyebarkan lebih 30.000 pohon kelor, 20.000 tanaman buah, dan 50.000 bibit kopi. Yayan juga telah mengajak belasan petani menanam sorgum dan hanjeli terutama untuk akhir musim hujan sehingga di musim kemarau para petani tetap memiliki pekerjaan dan penghasilan.

“Itu target kami saat ini. Semoga bisa terlaksana dan para petani lebih banyak menanam pohon buah karena dengan itu krisis lingkungan bisa teratasi,” papar pemuda yang sebelumnya bekerja sebagai kernet truk itu.

Berada di bawah bimbingan Yayasan Odesa Indonesia, Yayan Hadian bersama petani bekerja untuk perbaikan lingkungan dengan model pertanian ramah lingkungan. Pertanian Grup Tanaman Obat Cimenyan bersandar pada kerja agroforestry. Grup pertanian ini memiliki kelebihan karena mendampingi para petani agar tanaman yang ditanam benar-benar terawat dan menghasilkan nilai ekonomi sekaligus nilai ekologi.-Hamid

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: