Pop Sorgum Free Gluten: Bebas Problem Celiac, Obesitas, dan Diabetes

Sepanjang 30 tahun terakhir, gluten menjadi bagian persoalan hidup manusia, terutama kita yang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Ironisnya, gluten ini paling banyak berasal dari Gandum yang selama puluhan tahun mendominasi sumber makanan orang Indonesia, padahal kita tidak menanam gandum, alias impor.

Yayasan Odesa Indonesia mendorong para petani di Kawasan Bandung utara untuk menanam Sorgum, juga mengembangkan sumber gizi dari Kelor, Hanjeli/jali dan Daun Afrika, karena budidaya Sorgum mudah dilakukan, termasuk di musim kering panjang karena kebutuhan air tidak sebanyak padi sawah, juga lebih sedikit kebutuhannya di banding menanam jagung.

Selain alasan penguatan pangan petani, Sorgum harus dikembangkan supaya masyarakat mendapat sumber pangan bergizi dan lebih sehat. Apalagi sekarang banyak masalah berurusan dengan celiac di mana penyebabnya adalah gluten. Sorgum bebas gluten (gluten free).

Sejak panen Sorgum pertama pertengahan 2019 lalu, Odesa Indonesia melalui grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan (Taoci) mengampanyekan sumber pangan bergizi Sorgum. Pak Basuki Suhardiman, Pegawai Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung telah banyak menyebarkan budidaya Sorgum.

Sedangkan Pak Omas Witarsa, mantan Karyawan ITB rajin mengajarkan petani memasak Sorgum.

Sekarang Anak-anak desa di sekitar Cikadut dan Mekarmanik mulai mengenal makanan PopSorgum yang enak, mengenyangkan dan yang lebih penting menyehatkan.

Celiac bukan saja menimpa orang tua. Sebab jika kebiasaan makanan dengan gluten, kelak bisa kecanduan. Sejak kecil harus mulai dikenalkan makanan alternatif. Jangan hanya makan bersumber dari beras dan gandum melulu.

Mesti juga mengonsumsi Kelor, Hanjeli, Sorgum serta buah-buahan dan sayuran sehat lainnya. Dengan keanekaragaman hayati kita bisa mendapat sumber gizi yang kaya. Itulah syarat kebangkitan generasi sehat. Dengan generasi yang sehat masa depan Indonesia akan lebih cerah.

PopSorgum yang oleh anak-anak Cimenyan disebut PopGum sangat diminati anak-anak. Sebagai camilan juga menyenangkan orangtua. Orangtua tidak usah takut gendut dan tidak usah khawatir diabetes akibat makan sorgum.

BACA JUGA: Mengapa Kita Perlu Memakan Sorgum

Yang lebih penting lagi, memakan sorgum lebih cepat kenyang. Beras Sorgum oleh sebagian orang dirasa kurang enak. Tetapi itu sekadar urusan selera, mungkin karena kita sudah terlanjur kecanduan beras dan gandum.

Manakala kita memasaknya sebagai nasi goreng, Sorgum terbukti lebih enak. Satu problem minyak gorengnya masih pakai minyak sawit. Mesti harus lebih sehat, yaitu memakai minyak bunga matahari.

Problem lain yang sering dibicarakan adalah, bahwa Harga Sorgum 2 kali lipat lebih mahal dari beras. Tetapi itu sebenarnya hanya lebih mahal nominal uang. Faktanya, konsumsi seseorang terhadap sorgum cukup 1/3 dari beras.

Sorgum lebih mengenyangkan karena serat dan proteinnya lebih tinggi dari terigu, padi, kentang. Dengan begitu kita lebih berhemat dan sehat. Di dalam Sorgum, usaha meraih gizi yang seimbang lebih terpenuhi.

Kebanyakan menyerap gluten dalam tubuh kita tentu menjadi problem besar bagi kesehatan tubuh. Gluten banyak berada di roti karena roti terbuat dari gandum dan jelai. Makanan siap saji seperti pizza, muffin, bagel, croissant.

Ada juga produk mie yang terbuat dari gandum. Kita tahu, orang Indonesia kesehariannya tidak bisa terhindarkan dari mie, terutama mie instan. Belum lagi dengan makanan sejenis spageti, fettucine, makaroni, biscuit, snack gurih-gurih kemasan, kuekies, bolu dll.

Gluten menjadi persoalan karena celiac merupakan bagian dari problem (penyakit) yang mengarah pada kondisi kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri (autoimun). Terbanyak yang terkena dari penyakit ini adalah perempuan.

BACA JUGA: Manfaat Sorgum Murah Mengenyangkan

Hal yang paling sering ditemukan pada masalah autoimun adalah rasa tidak nyaman pada usus. Di dalamnya sering terjadi kerusakan jaringan usus kecil. Ada kembung kambuhan, diare, konstripati, sakit kepala, mudah lelah, anemia (kekurangan zat besi dan B 12). Gejala semacam itu dianggap biasa, dan dari situlah justru masalah berkembang karena tidak pernah ada tindakan.

Begitu penyakit semakin lama bersemayam, sementara konsumsi gluten tiada kontrol, orang lantas bisa terkena penyakit yang lebih kronis seperti penyakit jantung, hancurnya vitamin dan mineral sehingga mudah menimbulkan keropos tulang, mudah depresi, dan persendian. Banyak orang mudah nyeri, kesemutan berkepanjangan, rusak lapisan gigi, nyeri perut dll akibat terlalu dominan mengonsumsi gluten.

Dari kesadaran akan persoalan itulah orang kini harus bersusah payah menghindari gluten karena ternyata gluten paling banyak ditemukan pada gandum. Fungsi gluten di dalam makanan itu sendiri membantu merekatkan makanan. Secara faktual, kita bisa menyaksikan gluten bekerja saat kita mengaduk gandum dengan air. Protein gluten bisa lengket dan berubah seperti lem.

Gluten berada di dalam sumber makanan serealia, seperti gandum, padi-padian. Tetapi pada serealia Sorgum, gluten itu tidak ada, itulah mengapa sorgum menjadi tanaman makanan primadona untuk kesehatan.

Bukan hanya itu, sorgum juga memiliki kandungan yang baik untuk anti-oksidan, mampu menghambat perkembangan virus yang bisa menyebabkan kanker, jantung dan HIV-1.[]

Jual Beras Sorgum Bandung

Jual Tepung Sorgum

Jual Benih Sorgum untuk ditanam

Tepung Sorgum Produksi Taoci Bandung

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: