Budhiana Kartawijaya: Pembangunan Sumber Daya Manusia Membutuhkan Tiga Syarat

Usaha memajukan bangsa Indonesia sering mengalami kendala. Banyak proyek dan program gagal menghasilkan manfaat bagi pengembangan manusia dan penyelamatan alam. Menurut Ketua Pembina Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, hal tersebut disebabkan pelaksanaan pembangunan, baik fisik/infrastruktur maupun pembangunan kapasitas manusia (sumber daya manusia), tidak melaksanaan tiga kaidah dasar, yaitu fokus mengambil basis teritori, fokus memainkan peran komunitas, dan fokus dalam pendampingan.

“Pembangunan, fisik maupun program, harus bersandar pada teritori. Setelah teritori ditetapkan sebagai fokus, di dalamnya harus bersandar pada komunitas. Komunitas itu adalah sekumpulan manusia yang secara kolektif bersepaham dalam menjalankan padat karya yang hasilnya dinikmati oleh komunitas itu sendiri, bukan semata jangka pendeknya seperti mendapatkan pekerjaan beberapa pekan atau bulan, melainkan berdampak baik dalam jangka panjang. Selain dua syarat itu, butuh kepemimpinan dari pendamping yang menyusun kerja bersama, memahamkan kolektivitas, membawa arah tujuan, serta menanamkan kesadaran hidup yang lebih berkualitas,” katanya kepada odesa.id, Senin 21 Oktober 2019.

Budhiana mengambil pengalaman yang dilakukan oleh Yayasan Odesa Indonesia di Kawasan Bandung Utara. Kenapa Odesa Indonesia cepat berhasil dalam memobilisasi petani menerapkan pertanian model baru? Karena menurut Budhiana, Odesa melakukan dengan semangat mengawal tiga syarat tersebut. Fokus pada teritori jangka panjang, melibatkan manusia sekitarnya, dan memiliki pendamping yang rutin mengawal proses kerja.

“Ada teritori yang digarap fokus hingga masa tiga tahun sekarang. Kerja kami adalah membangun komunitas baru karena komunitas masyarakat setempat tidak bekerja dalam usaha perbaikan. Pertanian tidak produktif bahkan merusak lingkungan, masa depan anak-anak suram karena pendidikan terbelakang, dan tidak ada kepemimpinan sosial yang bekerja. Untuk mengawal gerakan itu kami terjun ke lapangan secara kolektif melibatkan warga perkotaan dan sebagian memanfaatkan potensi warga yang sebelumnya telah berpengalaman mengawal rangkaian program kerja,” jelas Budhiana.

Pembanguan Sarana Sanitasi (MCK) mesti juga didampingi dengan target pembangunan sumberdaya manusia. Manusia hidup menggunakan air dan selalu butuh air. Karena itu pendidikan bukan sekadar kebersihan melainkan merawat Alam agar stabil menghasilkan air. Tanam Pohon.

Menurut Budhiana, sejak awal Odesa Indonesia memiliki doktrin bahwa setiap proyek harus disertai program. Budhiana mengambil contoh dalam hal praktik pembangunan sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Pembangunan sanitasinya adalah sarana MCK, sedangkan di situ diterapkan mobilisasi kewargaan, edukasi praktik penghematan air, edukasi cara pemanfatan air, cara mengatasi sampah, dan lebih jauh dari itu menetapkan kepemimpinan baru dalam urusan kemasyarakatan melalui kegiatan sanitasi.

Video Kajian Sosial Pembangunan Sumberdaya Manusia

Menyoroti banyaknya pembangunan yang sering gagap bahkan dengan biaya besar, Budhiana berpendapat karena program negara dilakukan asal-asalan dan tidak berpijak pada tiga kaidah tersebut. Tanpa tiga syarat dasar tersebut menurut Budhiana, uang banyak hanya akan menghasilkan kegagalan.

“Pemerintah banyak mengalami kegagalan dalam pembangunan karena dilakukan tanpa prinsip meraih kesuksesan. Kebanyakan masih dalam rangka menyerap anggaran. Demikian juga masih banyak kelompok sipil Non-Government yang belum kokoh menancapkan tiga prinsip tersebut sehingga banyak uang CSR atau zakat yang manfaatnya tidak berkelanjutan. Jika kita tidak berbenah, maka anggaran berapapun hanya berguna sesaat dan kita tetap miskin prestasi,”jelasnya.-Khoiril

Budhiana Kartawijaya: Peran Intelektual dalam Pembanguan Manusia Desa

Budhiana Kartawijaya: Kepala Daerah di Jawa Barat Harus Rajin Blusukan

Mengenal Odesa Indonesia

Sarana Bergiat Untuk Kaum Papa

Satu tanggapan untuk “Budhiana Kartawijaya: Pembangunan Sumber Daya Manusia Membutuhkan Tiga Syarat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: