Berkebun Herbal di Rumah Makan Balakecrakan Punclut Bandung

Akhir bulan Agustus 2019 lalu, Yayasan Odesa Indonesia mengirim Grup Petani Taoci (Tanaman Obat Cimenyan) untuk melanjutkan kegiatan berkebun di kawasan Rumah Makan Balakecrakan, Punclut Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan berkebun herbal yang dipimpin oleh Yayan Hadian bersama beberapa pemuda dari Cimenyan dan petani di sekitar Kawasan Punclut ini merupakan langkah lanjutan dari keinginan pemilik Rumah Makan Balakecrakan Bapak H. Maman Somantri. Pak Maman, Mantan Deputi Bank Indonesia tersebut sangat antusias untuk membawa program kegiatan Yayasan Odesa Indonesia sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Dari situlah ia ingin lahan di sekitar rumah makannya bermanfaat untuk masyarakat.

Selangkah demi selangkah sejak Maret 2019 lalu, muncullah tanaman-tanaman baru. Ada kelor (moringa oleifera) yang merupakan tanaman bergizi tinggi. Ada bunga telang (blue tea) yang tumbuh sangat baik untuk menghasilkan teh biru. Blue Tea merupakan herbal yang bagus, banyak dikonsumsi masyarakat kelas elit di Inggris untuk kebugaran. Ada juga tanaman herbal sekaligus tanaman pangan yaitu Sorgum dan Hanjeli.

“Punclut ini kawasan Wisata yang strategis untuk pengembangan ekowisata. Masyarakat membutuhkan inovasi dalam bidang botani karena selain untuk menyebarkan gagasan tanaman bergizi, gerakan tanaman ini penting untuk menjawab problem erosi yang melanda kawasan Bandung Utara,” Kata Maman Somantri.

Kemudian pada akhir Agustus 2019 ini, Pak Maman menggandeng kerjasama dengan Bank BCA untuk pengembangan lebih lanjut. Donasi CSR menambah penambahan tanaman dan juga program pembibitan. Dengan sumbangan BCA tersebut sekarang bertambah program pembibitan yang diarahkan agar masyarakat petani dan warga kota yang membutuhkan bibit tanaman herbal dan tanaman pangan bisa terlayani. Semua program ini diarahkan untuk kepentingan kesehatan dan sekaligus pertanian ramah lingkungan.

Program tanaman sejak Agustus meliputi beragam jenis tanaman herbal, pangan, buah dan tanaman penghijauan: kelor, sorgum, hanjeli, bunga telang, sukun, markisa, nangka, bunga matahari, bidara arab, bidara cina, jahe merah, lengkuas, kapulaga, ki damar, cemara kipas, cemara emas, pisang, jati, mahoni, dll. Pada musim hujan akhir tahun ini direncanakan tanaman tersebut dikembangkan lebih massif.

Menurut Yayan Hadian, di kebun seluas 1 hektar tersebut akhir tahun mendatang akan muncul ratusan tanaman herbal dan ribuan tanaman sorgum dan hanjeli.-Rizki

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: