Herry Dim: Petani Seharusnya Tidak Miskin

Herry Dim, Pengurus Odesa Indonesia mengatakan bahwa petani seharusnya tidak miskin seperti yang terjadi di Indonesia. Ia tidak menyalahkan petani, karena yakin bahwa petani sudah bekerja keras.

Ini terjadi karena pemerintah Indonesia tidak pernah hadir di tengah-tengah petani. Sehingga menimbulkan kemiskinan struktural seperti yang dialami kebanyakan petani.

“Bukan mau merengek, tapi ini kenyataan. Pemerintah tidak pernah hadir di tengah kehidupan petani,” ujar Herry Dim dalam diskusi rutin yang diadakan Odesa Indonesia, Pasir Impun, Kabupaten Badung (20/8/2019).

Ia membeberkan fakta tentang keberhasilan pertanian Swiss dan Selandia Baru. Di sana kehidupan petani makmur, pemerintah memerhatikan betul para petani hingga sukses. Misalnya di Selandia Baru, pemerintah mengawal peternakan sapi hingga petani bisa memproduksi susu sapi yang unggul berkelas dunia.

Toha, petani Odesa Indonesia mengamini kerja pemerintah yang tidak tuntas. Ia menilai selama ini pemerintah tidak mendampingi para petani hingga sukses.

“Pemerintah paling hanya memberikan benih atau pupuk, sudah begitu saja. Anak kecil juga bisa,” kata Toha.

Sementara itu, Herry Dim menyoroti tentang kehidupan petani yang krisis kehormatan. Di mana negara tidak memberi penghargaan pada pekerjaan petani. Dampaknya, generasi muda enggan melanjutkan perkerjaan ini.

“Sekolah tidak mengajarkan bahwa bertani itu mulia, bukan?”, lanjutnya.
Pelukis senior asal Bandung itu menilai budaya yang tidak menghormati kerja petani ini berdampak pada lahan pertanian yang semakin susut. Petani tidak berdikari karena tidak memiliki lahan sendiri.

Ia menekankan lagi, pertanian di Cimenyan yang tidak makmur bukan karena petaninya yang salah. Akan tetapi ini kesalahan struktural atau tata kelola yang salah.

Sementara itu, Odesa Indonesia menyadari bahwa petani perlu didampingi. Caranya dengan menyediakan bibit gratis pada petani, mendampingi saat perawatan tanaman, berdiskusi untuk perbaikan kelola pertanian, membeli hasil panen petani dengan harga yang setimpal, hingga memberi santunan pada yang gagal panen.

Hingga saat ini, Odesa Indonesia sudah menyalurkan ribuan bibit gratis ke petani di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Selain melakukan pendampingan pada petani, Odesa Indoensia juga mendampingi anak-anak petani dengan sekolah Samin (sabtu minggu). [] Abdul Hamid.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: