Cara Tanam Kelor Batang Stek. Kenapa Mati?

Kali ini Yayasan Odesa Indonesia akan berbagi pengalaman Budidaya Kelor dengan Cara Stek (tanam batang). Pengalaman sebelumnya juga perlu dibaca di Cara Tanam Batang Kelor (Stek)

Menanam kelor sering dibilang mudah. Nyatanya banyak yang gagal. Ada apa?

Menurut Huda, petani pengembang kelor Odesa Indonesia, hal tersebut disebabkan karena banyak faktor. Bisa karena salah cara tanam, bisa disebabkan kekurangan air, bisa mati pula akibat kebanyakan air, atau faktor eksternal lain seperti akar tercerabut akibat angin atau gangguan hewan atau manusia.

Bagaimana supaya kelor hidup?
“Yang terpenting perawatan yang tepat,” kata Huda.
Yang tepat itu bagaimana?

Untuk tanam dari steak batang kaidah dasarnya:
1) Pilih batang yang sudah tua. Minimal bisa dari batang usia 1,5 tahun. Semakin tua semakin baik.

2) Kalau sekitarnya keadaan tanah bukan tanah hitam dan kering, sebaiknya digali lubang yang luas dipasok tanah hitam gembur, pupuk dan kompos dedaunan. Lubang digali sekitar 50 cm persegi dengan kedalaman 50 cm, dan batang tertancap minimal 15cm. Tanah terbaik biasanya pada lahan yang tidak berdekatan dengan pohon, apalagi pohon rimbun, tetapi tetap gembur hitam. Tanah coklat kemerahan harus diolah dulu menjadi tanah hitam dengan pupuk kompos. Kelor bisa hidup di tanah brangkal atau kering coklat kemerahan dengan catatan sudah stabil usia di atas 8 bulan.

3) Tidak boleh ada genangan air. Memang kelor membutuhkan air, tetapi tidak butuh genangan. Banyak pohon kelor mati bahkan di musim hujan karena penyebab genangan air. Siram setiap hari saat musim panas di masa pertumbuhan selama 4 minggu. Selanjutnya bisa diterapkan penyiraman (musim kemarau) 3 hari sekali siram cukup. Kaidah praktisnya, lihat keadaan tanah. Jika terlalu kering siramlah. Untuk musim hujan panjang tidak perlu disiram.

4) Harus terkena panas matahari, minimal pada jam produktif antara jam 7.00 pagi hingga jam 12.00 siang. Panas matahari sangat menentukan kehidupan kelor, terutama pada daun pucuknya harus terkena sinar matahari untuk proses kelancaran fotosintesis.

5) Pupuk ternak disertai kompos daun busuk sangat dibutuhkan pada masa pertumbuhan awal, diulang pemupukannya pada setiap 2 bulan dan terus diberi pupuk setiapkali seminggu sebelum daun dipanen. Kelor tidak baik memakai pupuk urea. Bahkan pada pembibitan awal seringkali mati jika memakai pupuk kimia. Sementara jika kelor sudah hidup tidak membutuhkannya. Pupuk terbaik adalah daun kelor itu sendiri, ditambah pupuk kandang sudah mencukupi. Prakiraan takaran penyuburan setiap pohon 1 ember pupuk kandang dan rutin beberapa genggam daun kelor sudah mencukupi. Terapkan setiap 1 bulan 1x atau minimal 2 bulan 1 kali.

6) Jika tanam di lahan merasa tidak aman, sebaiknya pada masa awal ditanam di polybag supaya mudah diurus. Tetapkanlokasi yang aman dari gangguan yang menyentuh pohon kelor karena bergoyang sedikit saja akar kelor bisa putus. Banyak kelor mati karena faktor eksternal seperti ini.

7) Jangan merasa kelor sudah pasti berhasil manakala hidupnya baru 6 bulan. Masih ada peluang mati jika kita lengah. Banyak sekali pengalaman daun kelor subur setelah dua minggu ditanam, tapi kemudian mati pada usia 1 atau 2 bulan karena kaidah-kaidah keamanan pada perawatan tidak dipenuhi.

8) Prinsip penting dalam setiap menanam “jangan hanya sanggup menanam, melainkan harus sanggup merawat.” Terlebih lagi pada masa pertumbuhan 6 bulan pertama.

BACA JUGA PENGALAMAN LAIN TENTANG TANAM KELOR Jika Melihat Batang Kelor Tebang dan Tanam

BIBIT KELOR Pembibitan Kelor Odesa Cimenyan Bandung

CARA TANAM KELOR DARI BIJI Budidaya Bibit Kelor dari Biji

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: