Pendidikan Karakter Anak Desa di Kampung Singkur Cimenyan

Hari minggu, 14 Juli 2019 saya menemani Billy, wartawan Inews/MNC yang liputan kegiatan pendidikan Sekolah Samin (Sabtu Mingg) yang digelar Yayasan Odesa Indonesia di Kampung Singkur. Kegiatan di Kampung Singkur ini baru digelar tiga pertemuan.

Salahsatu pertanyaan dari Billy terkait kegiatan pendidikan setiap minggu di kampung ini adalah, “bagaimana kegiatan pendidikan ini digelar?”

Pertanyaan ini sederhana, tapi perlu dijawab dalam rangka pengetahuan pengorganisasian masyarakat, terutama masyarakat pelosok yang selama ini jauh dari kegiatan pendidikan tambahan/ekstra.

Jawaban saya secara singkat adalah, bahwa kami jemput bola, masuk ke kampung-kampung. Pendidikan karekter dengan tema Kursus Bahasa Inggris. Orang kampung menyebutnya Les Bahasa Inggris.

Kisah tentang model pengorganisasian ini saya catat di Akun Facebook dan dokumentasi Youtube ada di Mobilisasi Pendidikan Anak Petani saya. Begini Ceritanya.

MOBILISASI SEKOLAH SAMIN ODESA:
Hari ini, Jumat, 1 Pebruari 2019, Bapak Enton Supriyatna, Pengurus Yayasan Odesa Indonesia mendatangi kampung Singkur di Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan. Di kampung yang tersembunyi di balik bukit yang dihuni sekitar 35 KK tersebut Pak Enton mengumpulkan beberapa anak yang sudah pulang sekolah. Menjelaskan kepada mereka tentang program Sekolah Samin (Sabtu Minggu). Kebetulan ada 1 anak yang sudah aktif mengikuti program pendidikan setiap minggu.

Inilah cara Odesa Indonesia membangkitkan gerakan perbaikan kualitas SDM di perdesaan yang tertinggal. Melayani program tambahan pendidikan setiap sabtu dan minggu. Dan rata-rata mereka menerimanya karena beberapa alasan seperti kebutuhan praktis mahir matematika atau les IPA.

Anak-anak desa di singkur ini sementara didorong mengikuti program sekolah SAMIN di Kantor Odesa Cisanggarung, berjarak 1,5 km. Pak Enton berjanji, jika nanti ada 15 anak di singkur aktif mengikuti kursus, nanti Odesa Indonesia akan mengirim guru belajar khusus yang ditempatkan di Kampung Singkur.

Selain mobilisasi pendidikan, Bapak Enton juga memeriksa beberapa rumah yang bertatus tidak layak huni. Kebersihan juga diamati. Kesediaan bertani pekarangan juga dirancang.

Tak lupa, Pak enton juga memeriksa tanaman herbal kumis kucing dan tanaman Kopi yang sebelumnya dibagikan oleh Odesa Indonesia di sekitar kampung itu. Ayo siapa mau ikut berbakti. Bersama Bapak Enton kita sejahterakan warga desa perbukitan Kawasan Bandung Utara (KBU).[] http://odesa.id
Setelah beberapa anak singkur membuktikan komitmennya rajin belajar di Kantor Odesa I, di Cisanggarung dengan kebiasaan jalan kaki sekitar 2 km itu, akhirnya sehabis lebaran (akhir Juni 2019) kegiatan belajar dimulai di Singkur.

Kalau biasanya yang ikut serta di Cisanggarung antara 8-10 anak, saat ini kegiatan Sekolah Samin di Singkur mampu menarik perhatian 22 siswa Sekolah Dasar untuk belajar bersama di bawah fasilitator Rizky Alifza. Ke depan Rizky akan meningkatkan partisipasi kegiatan dengan program yang menarik minat agar semua anak SD dan SMP di kampung tersebut terlibat semuanya tanpa kecuali. Rizky juga berencana segera mendirikan perpustakaan khusus di Masjid teras Masjid mungil yang berada di Kampung tersebut.

Kampung-kampung pedalaman di Pinggiran Kota Bandung, di Kawasan Bandung Utara ini patut mendapat perhatian lebih karena sekalipun jaraknya tidak jauh dari perkotaan tetapi mengalami keterbelakangan dalam tiga hal, yaitu ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Bahkan tidak ada transportasi publik yang memadai. Semua transportasi masih mengandalkan ojeg.

Lokasi Kampung Singkur berada di desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Keadaan kampungnya sangat sepi. Kampung ini terpisah oleh ladang pertanian dari Kampung terdekatnya, Cikawari, berjarak sekitar 1 km, dengan Sentak Dulang sekitar 2 km dan dengan kampung Tareptep sekitar 2,5 km.

Google maps menunjukkan tarikan garis lurus Kampung Singkur ini berjarak 5 Km dari Lapas SUkamiskin Kota Bandung , 9 km dari Kantor Gubernur Jawa Barat. Sedangkan dari Ibukota Kabupatennya, Soreang, jaraknya 27km. –Faiz Manshur.

Anak-Anak Kampung Singkur Menyanyikan Indonesia Raya Anak-Anak Petani Desa Kampung Singkur Indonesia Raya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: