Manfaat Bunga Kelor

Tanaman kelor dikenal sebagai tanaman ajaib karena setiap elemen dari pohonnya memiliki manfaat. Daun adalah yang paling produktif menghasilkan sumber gizi karena terus berkembang setiap saat dan pada tiap 35 hari sekali bisa dipanen. Bunganya sering muncul setiap 70 hari.

Kali ini kita membicarakan manfaat bunganya. Nilai obat yang tinggi sebagai stimulan, afrodisiak, abortifacient, cholagogue; digunakan untuk menyembuhkan radang, penyakit otot, histeria, tumor, dan pembesaran limpa; menurunkan kolesterol serum, fosfolipid, trigliserida, VLDL, kolesterol LDL terhadap fosfolipid dan indeks aterogenik; mengurangi profil lipid hati, jantung dan aorta pada kelinci hiperkolesterolemia dan meningkat kelancaran proses pembuangan feses. (Nair and Subramanian, 1962; Bhattacharya et al., 1982; Dahot, 1998; Siddhuraju and Becker, 2003; Mehta et al., 2003)

Kandungan-kandungan gizi bunga kelor memberikan manfaat nutrisi dan energi. Sangat mudah merasakan manfaatnya pada kebugaran badan. Mereka yang letih akan cepat bugar kembali. Pencernaan lebih lancar dan jika dikonsumsi secara rutin akan menurunkan berat badan (obesitas) secara cepat.

Bunga kelor (sebagaimana daunnya) juga hanya sempurna gizinya manakala tidak bercampur kimia. Utama manfaat kelor adalah tonik, atau semacam proses penormalan jaringan pada usus dan merangsang nafsu makan lebih baik. Di India sudah luas dikenal untuk mengurangi segala macam peradangan, terutama radang tenggorokan (bersamaan dengan pilek), radang gusi atau sakit gigi, dan sangat diminati ibu hamil dan menyusui.

Di India bagian utara, tempatnya kelor berasal dan berkembang di zaman pemerintahan Alexander Yang Agung, bunga kelor telah menjadi ramuan tradisional untuk kebugaran laki-laki maupun perempuan. Sedangkan di Filipina, ibu-ibu memburu bunga kelor karena bisa mengurangi kram saat menstruasi dan memperbanyak Air Susu Ibu (ASI)

Prinsipnya kelor, sebagaimana daunnya bisa dimakan. Pada kondisi segar, bunga kelor bisa direndam dalam mangkuk air untuk menghilangkan serangga serta kotoran debu. Cukup 15 menit direndam air dalam mangkuk. Air dalam keadaan hangat atau dingin tidak masalah. Air panas tidak dianjurkan, apalagi digoreng karena bisa mengurangi kandungan gizi.

Setelah proses perendaman 15 menit itu kita bisa menyantapnya sebagai lalap. Jika seseorang kurang nyaman dengan rasa dari bunga, disarankan untuk membuat urap dengan bumbu masakan lain semacam cabai, bawang bombai, bawang merah dan seterusnya. (odesa.id)

Ketahuilah sejumlah Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) di Tulisan-Tulisan Tentang Kelor Odesa

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: