Kisah Anak-Anak Baleendah Berjualan Cireng di Kota

Anak-anak Sekolah dasar itu seringkali harus kehilangan dunianya karena orangtuanya mempekerjakannya untuk jualan Cireng. Kemiskinan mendorong orangtua mereka berpikir sempit. Anak-anaknya didorong berjualan karena ada unsur kesengajaan; dagangan lebih laku karena belas kasihan pembeli.

Yudi (10) bocah kelahiran Kampung Kawungsari Desa Wargamekar kecamatan Baleendah Kanupaten Bandung tengah siang itu sedang asyik bermain bersama teman-temannya. Mendadak ia harus menghentikan keasyikannya karena panggilan ibunya.

“Ini ada tamu pingin motret,” ajak sang Ibu, Eneng Ratih ( 32 tahun) kepada anaknya.

Siang itu, Odesa Indonesia menemui kelurga Yudi. Berangkat dari informasi bahwa di kampung tersebut banyak anak bekerja membantu orang tuanya. Yudi adalah bagian dari sekian anak yang sering bekerja paruh waktu. Sehari-hari memiliki “profesi” sebagai tukang cireng yang kerap berjualan di perempatan kota Bandung. Padahal, ia baru kelas 5 Sekolah Dasar di SDN Negeri Cikawung.

Yudi begitu gembira ketika ia ditanya masih memiliki cita-cita sebagai dokter. Bocah yang tinggal di RT 07 RW 08 itu sepulang sekolah pergi ke kota untuk berjualan cireng.

“Sepulang sekolah langsung berangkat, utamanya hari Sabtu dan Minggu,” ujar Eneng.

“Mereka berangkat satu mobil angkot dijemput ke kampung kemudian dihantarkan lagi pulang,” ujarnya.

“Kalau akhir pekan, penghasilan bisa 200-300rb per hari, tetapi kemarin lebaran jualan cireng bisa sampai 30kg satu hari untuk dua puluh anak yang jualan dipinggir jalan di kota Bandung,” ujarnya. Keuntungan dari penjualan itu rata-rata Rp 30-50 ribu.

Jarak antara Cikawung Baleendah ke kota Bandung hanya berkisar 4 kilometer, tidak begitu jauh. Tetapi, letak perkampungan Cikwaung berada di pinggiran. Lebih tepatnya dekat pegunungan. Sumber mata pencaharian rumah tangga dari penjual cireng ini sebagian bergantung pada hasil pertanian kecil, ada juga sebagian dari peternakan kecil.

Mulanya, kami pun tidak percaya dengan isu “eksploitasi anak” untuk ekonomi keluarga, tetapi anak-anak di Cikwaung sudah menjadi rahasia umum untuk disuruh berdagang oleh orangtuanya. Hampir sudah menjadi tradisi menyuruh anak untuk jualan di trotoar kota ataupun di perempatan lampu merah. Mereka kerap dilihat oleh orang tua mereka dari kejauhan, bahkan disiapkan mobil oleh “organizer” []

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: