Beasiswa Anak Petani Keluarga Pra-Sejahtera 2019

Oleh: BUDHIANA KARTAWIJAYA. Ketua Pembina Odesa Indonesia
Odesa Berangkatkan Lagi 10 Anak Menempuh Pendidikan ke Luar Desa.

Tahun 2018 lalu, Odesa Indonesia menawarkan bea siswa kepada anak-anak keluarga prasejahtera di desa-desa Kec. Cimenyan. Soalnya banyak anak putus sekolah selepas sekolah dasar. Mereka akan disekolahkan di Pesantren Al Mizan asuhan Kiai Maman Imanul Haq di Jatiwangi Majalengka.

Pengumuman bea siswa sudah disebar ke pelosok. Tapi sangat sedikit yang menyambut program pendidikan gratis ini. Mengapa mereka apatis? Terbiasa hidup sangsi, itu jawabannya. Sangsi karena mengurus ini itu biasanya harus keluar uang. Sangsi karena banyak janji-janji bantuan, tapi tak terealisasi. Sangsi karena selama hidup, tidak pernah ada yang memperhatikan kehidupan mereka. Maka ketika Odesa tawarkan pendidikan gratis, ya sangsi juga.

“Zaman gini mana ada yang gratis. Di awal-awalnya gratis, tapi nanti bulan berikutnya ditagih!,” begitu bisik-bisik mereka. Faktor lain, ada ketakutan kalau-kalau anak mereka “diapa-apakan”, takut diculik untuk dijadikan budak tenaga kerja liar, dan lain-lain.

Sebetulnya banyak anak yang ingin berangkat, tapi orangtuanya khawatir. Walhasil, dari sekian banyak anak putus sekolah, hanya tiga yang berangkat: Lela, Oman, dan Agung. Setahun berjalan, ketiga anak ini menunjukkan perubahan baik. Lebih bersih, sehat, ceria, percaya diri, dan disiplin.

Saat liburan semester, mereka pulang ke desanya. Odesa bersama orangtua ketiganya mengantar dan menjemput mereka. Kami bawa mereka pulang setiap liburan supaya ketiga anak ini yang mengomunikasikan pentingnya pendidikan. Anak-anak ini baik-baik saja, malah jauh lebih baik. Odesa tidak menculik, atau menjadikan mereka sebagai tenaga kerja. Perubahan sikap dan wawasan mereka mulai menuai hasil. Orang-orang desa mulai percaya.

Pada liburan puasa lalu, Odesa mengajak beberapa anak dan orangtua untuk ikut menjemput Lela, Oman dan Agung. Mereka melihat sendiri sosok pesantren Al Mizan yang bagus itu. Singkat cerita, kesaksian menghapus kesangsian.

Tahun ajaran baru ini Odesa akan memberangkatkan sepuluh anak untuk menempuh pendidikan SMP di Al Mizan. Ahad kemarin, kami undang para orangtuanya untuk mendapatkan briefing tentang maksud dan tujuan pendidikan anak ini. Yang datang ternyata bukan hanya para orangtua dari 10 anak itu, tapi ikut juga para tetangganya.

Para penanggungjawab pendidikan Odesa yaitu Yuliani Liputo, Choiril Anwar Ar-Rohili, Rizky Alifza, Harti Tsaeni, dan kang Ujang Rusmana mewawancarai para ibu ini. Meluruskan niat mereka agar rela melepas anak-anak demi masa depan yang lebih baik. Mereka akan mendapat wawasan baru, teman-teman baru, imajinasi baru dan standar kehidupan baru yang lebih luas daripada jika mereka terkungkung di desa.

Untuk anak-anak perempuan, keberangkatan mereka menempuh pendidikan, berarti terhindar dari perkawinan dini yang biasanya terjadi di desa-desa. Untuk tiga tahun pendidikan, setiap anak akan menghabiskan biaya Rp 24,8 juta untuk biaya asrama, makan, seragam dan peralatan sekolah. Jika semua kebutuhan ini ditanggung pengurus Odesa Indonesia, tentu tidak akan mampu. Kami butuh orang-orang bijaksana untuk saling membantu. Mereka semua adalah anak-anak bangsa yang punya hak mendapatkan kesempatan berpendidikan lebih baik.

Bila Anda ingin berbagi membuka masa depan mereka, kami akan sangat senang. Mudah-mudahan anak-anak ini kelak jadi pemimpin bangsa yang sangat peka akan penderitaan rakyat.[]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: