Islam dan Makanan Sehat Berkualitas, Sorgum, Kelor, Hanjeli

Oleh KHOIRIL ANWAR ROHILI Pengurus Odesa Indonesia. Alumni Pesantren Tebu Ireng Jombang. Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Islam adalah ajaran yang hadir untuk keselamatan semua penghuni di muka bumi. Salahatu keselamatan pada manusia itu sangat erat kaitannya dengan makanan. Dalam Islam, makan bukan hanya yang halal, melainkan juga harus makanan yang toyib.

Ada satu ayat yang penting kita renungkan.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Pada satu ayat ini ada tiga kata kunci penting. 1) Halal, 2) Toyib, 3) Godaan setan.

Arti dari kata halal secara harafiah artinya lepas, atau tidak terikat dari bahaya. Sedangkan kata toyib artinya bisa lezat, sehat, bergizi. Atau bisa kita kontekstualisasikan sebagai berkualitas.

Nah tetapi pada makanan toyib atau berkualitas ini, persoalannya tidak berhenti di situ. Bahkan sekarang ada masalah krusial di mana banyak makanan lezat tetapi justru sudah tidak bergizi. Banyak makanan yang menggoda karena kelezatannya namun mencelakakan. Misalnya makanan yang diolah melalui banyak proses sehingga kandungan mineral dan vitaminnya hilang. Tetapi saat diolah pakai sistem mesin, non organik justru menghilangkan keseimbangan gizi. Misalnya yang tersisa dominan tinggal lemak dan karbohidratnya.

Kelezatan makanan bisa jadi masuk kategori godaan setan. Kita lihat banyak orang kaya yang kelebihan makanan justru semakin tidak sehat. Makanya penting kita sebagai umat Islam merumuskan pentingnya makanan bergizi dan sehat. Salahsatunya makanan dari hasil pertanian organik yang diolah secara organik dan segar. Itu merupakan bagian dari pesan Toyib sebagaimana yang dimaksud oleh Al-Quran. Kenapa hal yang demikian ini penting, karena prinsip Islam adalah menjaga keselamatan jiwa. Dalam Maqhasid Al-Syariah ditetapkan, menjaga keselamatan nafs, atau nyawa itu bagian pokok ajaran Islam.

Sahabat-sahabat sekalian…..
Di bumi kita, banyak jenis makanan-makanan tersebut. Kandungan gizinya beragam. Keragaman pangan itu sendiri merupakan bagian terpenting dari kesehatan.

Dan untuk menghasilkan sumber pangan bergizi dan menyehatkan itu kita berurusan dengan petani. Petani merupakan aktor terpenting dalam menghasilkan makanan yang sehat dan bergizi.

Odesa Indonesia mendorong petani menanam beragam tanaman, terutama yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, mudah ditanam, memiliki nilai ekonomi untuk perbaikan hidup petani, dan menyehatkan masyarakat luas.

Tanaman seperti Kelor, Sorgum, Hanjeli, Buah Tin, dan sejumlah tanaman herbal lain harus dikembangkan supaya masyarakat kita mendapatkan sumber gizi yang tinggi. Terutama petani yang menanamnya, kebanyakan justru mengalami kurang gizi. Karena itulah Yayasan Odesa Indonesia mengembangkan pendidikan dengan cara praktik/amal nyata di lapangan.

Kesehatan hidup manusia juga ditentukan oleh kesehatan alam. Alam kita banyak yang rusak. Populasi pohon berkurang dan berganti betonisasi di mana-mana. Akhirnya udara kotor banyak bertebaran. Akibatnya polusi merusak saraf, pernafasan.

Pertanian ramah lingkungan juga berbicara kesehatan tanah, kesehatan air dll. Semua tanaman juga berkontribusi pada perbaikan air, udara, dan juga kelangsungan satwa. []

Ceramah Makanan Berkualitas ala Islam bersama Khoiril Anwar di Youtube Makanan Berkualitas ala Islam

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: